BI Sultra Dorong Pengembangan Tenun Tradisional Masalili – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Dorong Pengembangan Tenun Tradisional Masalili

Penandatanganan MoU oleh Kepala Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata serta Bank Sultra, disaksikan oleh Bupati Muna, LM. Rusman Emba, selasa (31/10). Foto: Bank Indonesia for Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Indonesia (BI) adalah mitra strategis pemerintah kabupaten/kota. Ini diwujudkan oleh Kantor Perwakilan BI Sultra dengan merambah potensi Kabupaten Muna khususnya sektor ekonomi kreatif, yakni tenun tradisional Desa Masalili. Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono menjelaskan, bentuk dukungan ditunjukkan dengan nota kesepahaman antarkedua belah pihak. Dengan begitu, sinergi untuk mendorong pengembangan kerajinan tenun tradisional dapat dilakukan bersama dan lebih terarah. Dipilihnya Desa Masalili sebagai lokasi pengembangan telah melalui pertimbangan yang sangat matang. “Jumlah pengrajin di Desa Masalili cukup banyak. Hebatnya, mereka relatif terbuka dengan perubahan bahkan intervensi pemerintah pun sangat diterima, karena memang benar-benar ingin berkembang,” tegasnya.

Nah, bentuk aksi yang bakal dijalankan oleh BI Sultra dan Pemkab Muna adalah penguatan kelembagaan, melakukan pendampingan untuk akses sumber permodalan usaha, memberi pelatihan demi mendongkrak mutu dan produktivitas produk via percepatan alih teknologi, bahkan bantuan sarana atau alat produksi dan memperluas akses pemasaran melalui promosi produk. Di tahap awal, setidaknya 18 kelompok pengrajin tenun di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga (Kabupaten Muna) ikut dilibatkan. Tak salah, pengembangan kerajinan tenun di Desa Masalili adalah upaya aktif BI Sultra untuk bantu kembangkan usaha mikro kecil dan menengah yang memegang peran penting, utamanya menciptakan lapangan kerja hingga mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Ia harap, ke depan, eksistensi tenun tradisional lebih dikenal luas. Akhirnya, kesejahteraan masyarakat pengrajin bisa ikut terdongkrak. Adapun dalam tahap awal, program bakal berlangsung selama dua tahun, jika perlu bakal diperpanjang. “Selain mengembangkan kerajinan tenun, BI Sultra dan Pemerintah Kabupaten Muna juga sudah mengembangkan komoditas unggulan seperti tanaman pangan di Konawe, bawang merah di Kolaka Utara, kakao di Kolaka Timur, hortikultura di Konawe Selatan dan rumput laut di Wakatobi,” beber Minot. Bupati Muna, L.M. Rusman Emba sangat mengapresiasi upaya BI dalam menyokong pengembangan tenun tradisional Masalili. Dalam sambutannya, Rusman menyampaikan pengembangan ekonomi Kabupaten Muna via sektor ekonomi kreatif untuk mendukung pariwisata, adalah program prioritas.

“Tenun tradisional Muna sudah berkembang lama dan setidaknya saat ini ada delapan desa yang menjadi kampung tenun disini. Hadirnya BI Sultra dengan program yang sejalan dengan Pemkab Muna adalah indikasi baik untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut juga ada kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Muna untuk meningkatkan upaya pengendalian inflasi daerah yang melibatkan instansi terkait. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top