Pabrik Sagu Dibangun di Mubar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Muna Barat

Pabrik Sagu Dibangun di Mubar

YAFRUDDIN YADDI/KENDARI POS
Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan pabrik sagu di Desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi, selasa (31/10)

KENDARIPOS.CO.ID — Sebuah pabrik pengolahan sagu kini mulai dibangun di Muna Barat (Mubar). Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada sudah melakukan seremoni peletakan batu pertama konstruksi pabrik yang terletak di Desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi tersebut, Selasa (31/10). “Kalau di wilayah daratan Sultra ada produksi sagu, kita juga di Mubar ada. Hanya saja bedanya sagu kita di sini dari pohon aren,” jelas LM Rajiun, selasa (31/10).

Kata dia, peletakan batu pertama pabrik sagu di desa Tangkumaho adalah sebuah bentuk apresiasi masyarakat terhadap perkembangan ekonomi di daerah tersebut. Sebab inisiatif pembangunan pabrik digagas seorang wanita yang merupakan istri kepala desa setempat. Dengan adanya usaha pembuatan tepung sagu itu, sudah ada 40 warga yang dipekerjakan. Padahal sistem pengolahannya masih manual.

“Apalagi kalau pabrik ini sudah terbangun dan fasilitas didalamnya lengkap. Respon pemerintah untuk kerja sama dalam membangun pabrik untuk membesarkan usaha masyarakat, juga masuk dalam progran kerja kami. Karena sejak masa kampanye, usaha pembuatan sagu ini baru mulai. Sehingga saya berniat, jika terpilih jadi bupati, usaha tersebut akan dikembangkan,” kata Rajiun.

Agus, ketua panitia pembangunan pabrik sagu, mengapresiasi respon positif pemerintah terhadap usaha rakyat itu. “Pembuatan tepung sagu dari pohon aren ini sudah berjalan satu tahun. Hanya saja belum ada sentuhan dari pemerintah sehingga kurang dikenal dan penjualannya pun harus ke Surabaya dalam bentuk gelondongan. Kalau cuaca bagus, kami bisa jual hingga Rp 90 ribu tiap kilogramnya. Tapi kalau musim hujan karena belum memiliki oven, maka harga jualnya menurun hingga Rp 40 ribu per kilogram. Makanya kami bersyukur sudah ada kepedulian pemerintah sehingga kedepannya nanti tidak kewalahan lagi menjual hasil produksi kami,” jelasnya.

Ia mengaku, dalam sebulan mereka dapat memproduksi hingga 25 ton. “Karena pabriknya baru mau dibangun, maka dijual masih dalam bentuk sagu. Nanti di Surabaya baru dibuat sagu mutiara dan laksa. Sasaran kami sesuai arahan Pak Rajiun, penjualan sampai ke Cina. Sebab di negara itu, mereka lebih suka tepung sagu dari enau,” pungkas Agus. (c/yaf)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top