Hari Ini, Pagelaran Seni Budaya di Taman Budaya Sultra Dibuka – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Hari Ini, Pagelaran Seni Budaya di Taman Budaya Sultra Dibuka

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pagelaran seni budaya yang digelar Kendari Pos bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra bakal dibuka, hari ini, rabu (1/11). Sesuai agenda yang sudah disusun, waktunya sekira pukul 14.00 Wita dan dibuka langsung Plt Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata. Panitia memastikan, semua persiapan sudah rampung, tinggal beberapa detail kecil yang bisa secepatnya diselesaikan. Acara pembukaan dilaksanakan di Taman Budaya Sultra. Sebanyak 840 siswa sudah siap berkompetisi dalam ajang yang baru pertama kali digelar tersebut. Peserta tidak hanya datang dari Kota Kendari, tapi juga luar daerah. Tercatat, dari 23 sekolah yang ikut, sepuluh diantaranya berasal dari luar Kota Lulo, yakni sekolah di Konawe, Konsel, Koltim, Wakatobi dan Baubau.

Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya se Sultra, Nursyamsi Abidin menegaskan, kegiatan sudah siap dilaksanakan. Mulai dari acara pembukaan hingga pelaksanaan lomba. Secara teknis, pelaksanaan lomba sudah dibicarakan dengan perwakilan peserta saat technical meeting, Senin sore (30/10). “Jadwal lomba sudah kami sampaikan kepada perwakilan masing-masing peserta. Mereka juga bisa lihat jadwalnya di koran Kendari Pos,” kata Nursyamsi Abidin,selasa (31/10).

Lebih jauh dia menjelaskan, ada beberapa item lomba yang disiapkan panitia, yakni paduan suara, lomba tari kreasi berbasis budaya lokal, lomba pidato dan puisi. Untuk lomba puisi, dijadwalkan 2 November, lomba pidato 3 November, paduan suara 6 November, dan tari kreasi berbasis budaya lokal pada 7 November. “Kegiatannya sampai 10 November,” ujarnya. Panitia juga telah menentukan dewan juri masing-masing lomba. Pada lomba tari daerah yang bertugas sebagai dewan juri adalah Arini, Iqbal Piagi dan Suhandi. Kemudian, lomba baca puisi dan lomba pidato adalah Syaifuddin Gani, Arif Relano Oba dan Ari Ashari. Sedangkan, untuk dewan juri paduan suara adalah Harni Manuel, Daud dan Max Manuel. Mereka dipilih sesuai kompetensi dan keahlian di bindangnya masing-masing.

Dewan Juri Tari, Arini menjelaskan, pihaknya sudah menetukan kriteria penilaian lomba, khususnya lomba tari. Sehingga, dirinya bersama dua rekan lainnya berpatokan pada hasil kesepakan bersama tersebut. “Dasar penilaian kita ada tiga. Pertama wiraga yang mencakup teknik, intensitas dan kreativitas peserta lomba. Kedua, wirama artinya tarian dalam aplikasinya antara wiraga dan wirama itu menyatu. Sehingga tarian dan musik itu menyatu. Terakhir, adalah wirasa artinya apa yang diungkapkan atau ekspresi yang ditampilkan,” jelasnya saat technical meeting bersama para peserta dan guru pendamping.

Khusus untuk lomba pidato dan baca puisi, Syaifuddin Gani selaku dewan juri mengungkapkan, pihaknya juga sudah menetukan poin-poin penilaian. Jika, peserta lomba pidato mampu memenuhi dan merealisasikannya maka besar kemungkinan untuk juara. Kata dia, puisi yang akan dilombakan adalah tentang perjuangan. Puisi tersebut bisa karya orang lain ataupun karya peserta sendiri, asalkan mencantumkan penulisnya. Pihaknya memberikan waktu 5-10 menit setiap peserta untuk tampil. “Kirterianya, mulai dari pelafasan atau ucapannya, penghayatan, dan ekspresi. Jangan sampai temanya semangat eh berekspresi sedih, tidak nyambung jadinya,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, untuk pidato juga hampir sama. Durasi yang diberikan 5-10 menit. Hanya saja, dalam berpidato yang ditekankan sekaligus yang menjadi penilaian adalah maksud atau ajakan dari pidato tersebut. “Ekspresi juga, artikulasi serta kesesuaian tema,” ujarnya. Kepala Taman Budaya Sultra, Dodhy Syahrulsah mengaku siap menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pagelaran ini akan merangsang generasi muda, khususnya siswa menengah atas untuk lebih memahami lagi budayanya. “Pagelaran seni budaya merupakan gagasan cerdas. Kegiatan ini sangat positif dalam mengenalkan seni budaya kepada anak sekolah dan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, H. Damsid mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan mendukung visi misi Gubernur Sultra tentang pelestarian budaya di kalangan pelajar. “Kegiatan ini juga mendukung pengembangan karakter siswa. Membina siswa dengan kearifan lokal sehingga bisa mendorong perilaku ke arah yang lebih positif. Makanya, sekolah harus berpartisipasi dan mendorong siswanya untuk ikut,” imbuh Damsid. (b/wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top