Kajari Target Kasus, DAK Muna Tuntas Tahun Ini – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Kajari Target Kasus, DAK Muna Tuntas Tahun Ini

Badrut Tamam

KENDARIPOS.CO.ID — Pengusutan kasus dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015 sudah hampir setahun. Penyelidikan dimulai November 2016, namun hingga kini belum ada kemajuan berarti. Sudah puluhan saksi dimintai keterangan, namun belum satupun ditetapkan tersangka. Padahal, beberapa waktu lalu, sempat ada rencana ekspose nama tersangka di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Tapi, hingga kini rencana itu tak pernah terealisasi. Kajari Muna, Badrut Tamam mengakui kalau progres pengusutan kasus yang diduga merugikan negera miliaran rupiah ini sedikit lambat. Hanya saja, dia memastikan proses penyelidikan jalan terus. Saat ini, pihaknya terus merampungkan beberapa data untuk menjadi bukti tambahan kalau sudah masuk persidangan nanti. “Saya menyadari keterlambatan itu. Sebab memang, banyak hal yang perlu dirampungkan. Target saya, kasus DAK Muna bisa rampung tahun ini,” janji Badrut Tamam saat ditemui di Kejari Muna, Selasa (31/10).

Badrut menjelaskan, ada dua kasus yang ditangani dalam perkara DAK ini. Pertama, soal pengelolaan sejumlah proyek serta deposito. Untuk tata kelola proyek sudah dirampungkan, sekarang tinggal fokus masalah deposito saja. Makanya, saat ini jaksa masih melakukan penghitungan kerugian sementara. Pihaknya ingin ke dua perkara yang diusut ini dipublis secara bersamaan. “Kami tidak mau gegabah. Makanya, harus pastikan data-datanya. Yang pasti, perbuatan melawan hukumnya sudah jelas, tinggal dirampungkan saja datanya,” kata pria berdarah Madura ini, sembari menyampaikan, BPKP akan melakukan perhitungan kerugian negara, kalau sudah ada perhitungan sementara.

Sebagai tambahan, kasus ini bermula dari DAK 2015 yang bersumber dari APBN senilai Rp 200 miliar. Jaksa menilai ada yang keliru dalam pemanfaatannya. Diperkuat lagi hasil audit rutin BPK yang menemukan ada kejanggalan dalam tata kelola anggaran. Jaksa menduga DAK 2015 yang dikelola Pemkab Muna berjumlah Rp 300 miliar lebih. Rinciannya, Rp 200 miliar untuk DAK reguler dan Rp 110 miliar untuk DAK tambahan yang diporsikan pembangunan infrastruktur dan irigasi. Jaksa menilai, dalam proses pengerjaanya tak sesuai dengan aturan penganggaran. Sebab, sejumlah duit tersebut pembayarannya dilakukan pada tahun 2016 sesuai penjabaran penganggaran APBD Muna. Padahal seharusnya, anggaran tersebut dibayarkan medio Oktober 2015. Peruntukkan anggaran tersebut diproyeksikan pada 13 pokok perencanaan. Diantaranya, rumah sakit, pendidikan, pertanian, kesehatan, perikanan, kehutanan, Perindag, irigasi, sanitasi, jalan, pertambangan, perhubungan, pemberdayaan perempuan dan KB, serta BLHKP. Sementara, Dinas PU memegang tiga sub bagian yakni jalan, sanitasi dan irigasi. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top