Warga Kolaka Sandera Tiga Legislator – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka

Warga Kolaka Sandera Tiga Legislator

KENDARIPOS.CO.ID — Perjalanan tiga anggota DPRD Kolaka dari daerah pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Pomalaa, Tanggetada, Watubangga, Polinggona dan Toari yang hendak menggelar reses, Senin (30/10) dihentikan secara paksa oleh warga Desa Tanggetada. Ketiga Anggota DPRD Kolaka tersebut adalah Rusman dari Partai Demokrat, Nico Bara Sombalayuk (Partai Hanura) serta Hj. Jariah (Partai PPP).

Kejadian tersebut bermula saat mobil yang ditumpangi ketiga wakil rakyat tersebut melintas di Desa Tanggetada untuk melakukan reses di Kecamatan Watubangga. Saat melintas, Rusman yang sedang menyetir mobil melihat kerumunan warga di tepi jalan tepat di depan kantor desa sehingga ia memperlambat laju kendaraannya. Ketika mengetahui ada anggota DPRD Kolaka di dalam mobil tersebut, warga langsung berteriak meminta mobil tersebut untuk berhenti. Rusman pun langsung menghentikan kendaraannya.

Saat mesin mobil belum sempat dipadamkan, warga langsung mengeluarkan secara paksa ketiga legislator tersebut. “Bapak dan ibu harus singgah di sini mendengar keluhan kami dan segara carikan solusinya. Masalah ini sudah lama dan harus segera dituntaskan. Jangan hanya duduk enak saja di kantor,” teriak warga sambil menggiring ketiga wakil rakyat tersebut ke Balai Desa.

Untung saja, saat kejadian tersebut, Kepala Desa Tanggetada bersama Bhabinkamtibmas dengan sigap mengingatkan warganya untuk tetap tenang. Sehingga suasana tidak semakin memanas. Saat tiba di Balai Desa, ketiga legislator tersebut meminta penjelasan terkait permasalahan yang sedang dikeluhkan warga.

Kepala Desa Tanggetada, Yulianasari menjelaskan, masalah yang dihadapi warga saat ini terkait sengketa agraria. Warga setempat saling klaim terkait kepemilikan lahan eks kawasan hutan lindung. Padahal kata Yulianasari, kepemilikan lahan tersebut sudah jelas dengan terbitnya SK Bupati Kolaka pada tahun 2015 lalu.

“Setelah kawasan tersebut turun status dari hutan lindung, pemerintah memberikan lahan tersebut pada masyarakat. Agar tidak terjadi konflik, maka bupati mengeluarkan surat keputusan sebagai bukti kepemilikan lahan oleh warga. Akan tetapi, warga yang mempunyai SK di lokasi tersebut selalu mendapat ancaman dari warga lainnya yang mengaku sebagai pemilik lahan. Makanya, kami minta bantuan wakil rakyat untuk segera menyampaikan permasalahan ini pada pemerintah. Harus segara diselesaikan agar kedepannya tidak terjadi hal-hal tak diinginkan,” pinta Yulianasari.

Mendengar keluhan tersebut, Rusman langsung menghubungi pihak pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. “Asisten I Setkab Kolaka sedang ada kegiatan di Jakarta. Tapi saya sudah telepon agar kami segera duduk bersama menyelesaikan persoalan ini,” janjinya.

Legislator lainnya, Nico Bara Sombalayuk juga berjanji akan menyampaikan persoalan tersebut langsung kepada Bupati Kolaka saat rapat paripurna yang akan digelar pekan ini. “Hari Jumat (3/11) nanti kami akan rapat paripurna. Warga boleh hadir dan melihat bagaimana kami memperjuangkan dan menyelesaikan masalah ini. Kami optimis, masalah ini akan tuntas dengan solusi terbaik,” jamin Nico, diamini koleganya, Hj. Jariah. Setelah mendengar penjelasan ketiga legislator tersebut, warga langsung mengizinkan para wakil rakyat itu untuk melanjutkan perjalanannya. (b/fad)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top