Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Sabuk Sultra Dongkrak Literasi Keuangan Masyarakat

Wakil Wali Kota Kendari, Sulkarnain (keempat kanan) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Minot Purwahono (kelima Kanan), bersama Kepala OJK Sultra, Muhammad Fredly Nasution (ketiga kanan), Direktur Bank Sultra, Khaerul Kemala Raden (Kedua kanan), serta Direktur Pemasaran Bank Sultra, Depid (kanan) dalam Semarak Bulan Inklusi Keuangan Sultra, minggu (29/10). Foto: OJK Sultra For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Semarak Bulan Inklusi Keuangan (Sabuk) Sultra yang dihelat sepanjang tanggal 28-29 Oktober lalu di Taman Kota Kendari, dimeriahkan puluhan booth Industri Jasa Keuangan (IJK) se Sultra. Tampak warga metro memenuhi area booth, demi memperoleh informasi seputar produk keuangan. Ada pula pengunjung yang asik menikmati pertunjukan musik, koreagrafi dan yel-yel yang dipersembahkan oleh perwakilan IJK. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Muhammad Fredly Nasution menjelaskan, Sabuk Sultra tahun ini sengaja dikemas secara unik, demi menarik minat masyarakat. Dengan metode menyenangkan, semua diberi pemahaman tentang produk IJK. Sehingga, masyarakat dapat lebih paham tentang produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan personal. Dengan pemahaman lebih seputar prosedur dan aturan main, mereka lebih paham tentang hak dan kewajibannya sehingga mampu mengurangi risiko perselisihan.

“Ini dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan tahun 2017, sebagaimana telah diprogramkan bahwa Oktober adalah bulan inklusi keuangan. Nah, di Sultra sendiri, kami gelar Semarak Bulan Inklusi Keuangan atau yang disingkat dengan Sabuk Sultra,” ungkapnya. Sabuk Sultra tentu saja melibatkan seluruh IJK, mulai dari perbankan, pasar modal, industri keuangan non bank (IKNB) yang terdiri dari asuransi, pegadaian, leasing, Taspen hingga BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia kembali menegaskan, dengan Sabuk Sultra, masyarakat Sultra jadi lebih dekat secara emosional dengan IJK dan jadi lebih paham seputar produk yang ditelorkan. Lebih jauh, sambungnya, Sabuk Sultra bakal mampu meliterasi masyarakat tentang IJK. Apalagi, target tahun 2019 inklusi keuangan sudah harus mencapai 75 persen. Artinya, 75 persen masyarakat Indonesia sudah harus terakses oleh IJK.

Di Sultra, kegiatan diikuti oleh lebih dari 100 entitas yang mengisi 20 stand. Sebagiannya adalah gabungan beberapa industri. Misal, Bank Mayapada, Bank Mega dan Bank Tabungan Negara yang ada di satu stand sama. Selanjutnya, Bank Perkreditan Rakyat yang jumlahnya 16 bank digabung dalam booth Perbarindo. Kemudian, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia yang juga menggabungkan 18 entitas. Selama dua hari berturut, juga ada perlombaan sampai pertunjukan seni budaya untuk menarik masyarakat. “Yang pertama kan tertarik datang dululah ya. Setelah mereka datang lalu kita arahkan ke booth-booth yang ada dan langsung diberi penjelasan secara umum tentang produk keuangan. Salah satunya, investasi, agar masyarakat tidak terjebak investasi bodong yang saat ini sedang marak dan sangat merugikan,” urainya.

Yang paling utama, lanjut Fredly, makin lancarnya akses keuangan dari IJK ke masyarakat tentu mampu mendongkrak kesejahteraan. Di Sultra, berdasarkan data survei tahun 2016, sebanyak 66,6 persen masyarakat sudah memiliki akses ke IJK, baik perbankan, asuransi, pegadaian, leasing, BPJS dan lainnya. Namun, yang masih kurang adalah tingkat pemahaman yang masih di level 26 persen. “Itu yang harus kita tingkatkan supaya mereka paham akan kebutuhannya,” tutup Fredly. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top