Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

PLTMG Nii Tanasa 50 MW Diresmikan, PLN Janji Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik

Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT. PLN, Syamsul Huda (kiri, pakai batik) meninjau home control PLTMG 50 MW. Foto: Kamaruddin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Insiden pemadaman listrik kerap dialami pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nah, dengan hadirnya Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) berkekuatan 50 Mega Watt (MW), PLN berjanji tak ada lagi pemadaman listrik. Hal tersebut disampaikan Direktur Bisnis Regional Sulawesi PT. PLN, Syamsul Huda saat meresmikan PLTMG di Desa Nii Tanasa, Kecamatan Lalonggasumeeto, Konawe, Senin (30/10). Menurut Syamsul Huda, pemadaman listrik selama ini akan teratasi dengan PLTMG Nii Tanasa berkekuatan 50 MW tersebut. “Jadi dengan adanya PLTMG ini tidak akan ada lagi pemadaman listrik karena kekurangan stok listrik. Kecuali ada kerusakan atau problem lainnya. Dan keuntungan lainnya adalah Sultra akan menjadi tujuan investasi karena kendala investor selama ini adalah tidak adanya ketersediaan listrik,” ujar Syamsul Huda usai meresmikan PLTMG.

Syamsul Huda memastikan akhir tahun 2018 nanti, seluruh desa di Sultra akan teraliri listrik dengan adanya PLTMG 50 MW ini. Pria yang hadir mengenakan batik berwarna gold itu menjelaskan saat ini baru sekira 84 persen desa di seluruh Sultra yang baru teraliri listrik. Sekira 16 persennya akan teratasi dengan pasokan listrik dari PLTMG Nii Tanasa 50 MW ini. “Itulah target kami. Apalagi dengan adanya PLTMG ini, jadi listriknya sudah ada, tinggal penyalurannya saja. Olehnya itu kami minta dukungan masyarakat. Adanya PLTMG ini akan mengefesienkan kerja PLN sehingga tidak ada kenaikan tarif listrik,” papar Syamsul Huda.

Syamsul Huda menjelaskan pembangunan PLTMG Nii Tanasa merupakan program pemerintah pusat yakni proyek penyediaan pembangkit listrik 35.000 MW secara nasional. Proyek tersebut dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena selama 72 tahun Indonesia merdeka baru berhasil mambangun listrik sebesar 45.000 MW. “Dalam waktu lima tahun, pemerintah menargetkan 35.000 MW, sementara 72 tahun sebelum pemerintahan Presiden Jokowi baru 45.000 MW. Jadi ini adalah cita-cita mulia untuk memberikan penerangan kepada masyarakat,” ungkapnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top