Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pagelaran Seni Budaya se-Sultra, 840 Siswa Siap Berkompetisi

Perwakilan peserta bersama dewan juri Pagelaran Seni Budaya se Sultra saat menggelar technical meeting di lantai I Graha Pena Kendari Pos, senin (30/10). Kegiatan yang akan 840 peserta dari 23 sekolah ini dimulai besok, 1 November. Foto: LM Syuhada/kendari pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 840 siswa sudah siap berkompetisi dalam ajang pagelaran seni budaya se-Sultra. Menarik, karena peserta tidak hanya dari lingkup Kota Kendari, tapi juga kabupaten lain. Tercatat, dari 23 sekolah yang ikut, sepuluh diantaranya berasal dari luar Kota Lulo, yakni sekolah di Konawe, Konsel, Koltim, Wakatobi dan Baubau. Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya, Nursyamsi Abidin mengungkapkan, semua peserta sudah siap ikut lomba. Sesuai agenda, pembukaan akan dimulai 1 November dan akan dibuka langsung Plt Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata. “Acaranya dipusatkan di Taman Budaya Sultra,” ujar Nursyamsi Abidin, Senin (30/10).

Perwakilan sekolah peserta, ikut technical meeting di Graha Pena Kendari Pos. Banyak yang dibicarakan, terutama berkaitan dengan teknis pelaksanaan lomba. Dewan juri ikut hadir dalam pertemuan itu. Ada beberapa item lomba, yakni paduan suara, lomba tari tradisional, lomba pidato dan puisi. Panitia juga telah menentukan dewan juri masing-masing lomba. Pada lomba tari daerah yang bertugas sebagai dewan juri adalah Arini, Iqbal Piagi dan Suhandi. Kemudian, lomba baca puisi dan lomba pidato adalah Syaifuddin Gani, Arif Relano Oba dan Ari Ashari. Sedangkan, untuk dewan juri paduan suara adalah Harni Manuel, Daud dan Max Manuel. Mereka dipilih sesuai kompetensi dan keahlian di bindangnya masing-masing.

Dewan Juri Tari, Arini menjelaskan, pihaknya sudah menetukan kriteria penilaian lomba, khususnya lomba tari. Sehingga, dirinya bersama dua rekan lainnya berpatokan pada hasil kesepakan bersama tersebut. “Dasar penilaian kita ada tiga. Pertama wiraga yang mencakup teknik, intensitas dan kreativitas peserta lomba. Kedua, wirama artinya tarian dalam aplikasinya antara wiraga dan wirama itu menyatu. Sehingga tarian dan musik itu menyatu. Terakhir, adalah wirasa artinya apa yang diungkapkan atau ekspresi yang ditampilkan,” jelasnya saat technical meeting bersama para peserta dan guru pendamping.

Khusus untuk lomba pidato dan baca puisi, Syaifuddin Gani selaku dewan juri mengungkapkan, pihaknya juga sudah menetukan poin-poin penilaian. Jika, peserta lomba pidato mampu memenuhi dan merealisasikannya maka besar kemungkinan untuk juara. Kata dia, puisi yang akan dilombakan adalah tentang perjuangan. Puisi tersebut bisa karya orang lain ataupun karya peserta sendiri, asalkan mencantumkan penulisnya. Pihaknya memberikan waktu 5-10 menit setiap peserta untuk tampil. “Kirterianya, mulai dari pelafasan atau ucapannya, penghayatan, dan ekspresi. Jangan sampai temanya semangat eh berekspresi sedih, tidak nyambung jadinya,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, untuk pidato juga hampir sama. Durasi yang diberikan 5-10 menit. Hanya saja, dalam berpidato yang ditekankan sekaligus yang menjadi penilaian adalah maksud atau ajakan dari pidato tersebut. “Ekspresi juga, artikulasi serta kesesuaian tema,” ujarnya. Sebelumnya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, H. Damsid mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan mendukung visi misi Gubernur Sultra tentang pelestarian budaya di kalangan pelajar. “Kegiatan ini juga mendukung pengembangan karakter siswa. Membina siswa dengan kearifan lokal sehingga bisa mendorong perilaku ke arah yang lebih positif. Makanya, sekolah harus berpartisipasi dan mendorong siswanya untuk ikut,” imbuh Damsid. (b/wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top