Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Satu Dokter, Satu Puskesmas di Sultra Belum Terwujud

dr. Asrum Tombili

KENDARIPOS.CO.ID — Persebaran dokter di Sultra memang belum merata. Beberapa daerah masih sangat membutuhkan dokter. Khususnya daerah otonomi baru (DOB). Maret lalu, Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr.Asrum Tombili mengatakan jumlah dokter di DOB hanya rata-rata dua dokter perkabupaten. Jelas hal memprihatinkan.  Menurut dr. Asrum Tombili, idealnya satu dokter satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Namun kondisi ideal itu hingga saat ini belum terealisasi. Meski begitu, Pemprov melalui Dinas Kesehatan Sultra terus melakukan koordinasi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), agar memberikan akses bagi daerah untuk merekrut tenaga dokter setelah moratorium CPNS dicabut.

Mantan Kepala Dinkes Konawe itu mengakui jika kekurangan dokter di Sultra merupakan masalah yang berlarut-larut dan hingga saat ini belum terurai. Sementara disisi lain, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin meningkat. Terlebih lagi di level Puskesmas. dr.Asrum menambahkan kondisi itu kerap disampaikan ke Kemenkes setelah adanya program penempatan dokter secara individu dan secara tim di daerah. Namun, distribusi dokter tersebut tetap saja kurang.

Asrum menjelaskan kebutuhan dokter di Sultra ini cukup besar. Untuk level Puskesmas, mestinya satu dokter, satu Puskesmas. Saat ini sekira 284 Puskesmas tersebar di seluruh Sultra. Oleh karena sebagian Puskesmas sudah memiliki dokter maka kebutuhan dokter tersisa 100 orang saja. Daerah yang paling banyak butuh dokter adalah DOB seperti Muna Barat, Kolaka Timur dan Konawe Kepulauan. “Makanya kami berharap pemerintah pusat melalui program penempatan dokter secara individu dan secara tim agar mau menyalurkan dokter ke Sultra,” beber Asrum, akhir pekan lalu.
Yang menjadi masalah pula dokter yang minat untuk mengabdi ke pemerintah itu sangat kurang. Karena kebanyakan para dokter melakukan praktek mandiri atau mengabdi di sektor swasta. “Selain itu, para dokter yang biasa mengabdi, umumnya tak mau mengabdi di daerah-daerah terpencil sehingga bertumpu di suatu titik kota,” ungkap Asrum. Nah, inilah yang mesti diperhatikan. Distribusi dokter yang kurang merata. Asrum yakin jika para dokter sadar akan pentingnya mengabdi di daerah terpencil, maka Sultra kemungkinan tidak kekurangan dokter. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top