Pariwara
Edukasi

Rayakan Hari Sumpah Pemuda, SMPN 2 Kendari Hadirkan Indonesia Mini

Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos
Perayaan Hari Sumpah Pemuda ditunjukkan warga SMPN 2 Kendari dengan menggunakan pakaian adat dari berbagai etnis di tanah air.

KENDARIPOS.CO.ID — Ada Indonesia Mini di SMPN 2 Kendari, tepatnya saat upacara Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) pekan lalu. Sebanyak 224 siswa yang tergabung dalam Barisan Bhineka Tunggal Ika dan 74 guru serta staf mengenakan pakaian daerah yang beraneka ragam.

Ini adalah momen paling unik yang dilaksanakan di SMPN 2 Kendari. Dimana, guru dan siswa menggunakan aneka pakaian adat dari sejumlah etnis di tanah air, yaitu Muna, Tolaki, Buton, Bugis, Toraja, Bugis, Jawa bahkan Bali. Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 2 Kendari, Drs. Djufri Sakti.

Kata dia, perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah yang paling berkesan. Suasananya begitu unik sekaligus ceria karena siswa, guru dan staf terbilang cukup jarang mengenakan busana daerah masing-masing. Terlebih, di hari sumpah pemuda kali ini, SMPN 2 Kendari benar-benar menjadi Indonesia mini. “Bhineka Tunggal Ika adalah pilar negara kita. Atas dukungan orang tua siswa serta guru, saya sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikmudora Kota Kendari, Merianti pun menunjukkan apresiasi yang luar biasa. Aksi unik ini, menurutnya, mampu jadi motivasi bagi peserta didik untuk terus mengenang perjuangan para pemuda. Namun satu yang paling utama, sejak dini peserta didik dapat memetik makna terdalam menghargai perbedaan yang ada.

“Seringkali perbedaan jadi alasan untuk saling mengadu domba. Padahal, jika ditelisik lebih jauh, para pemuda terdahulu mengorbankan banyak hal untuk menyatukan perbedaan. Nilai inilah yang harus kita petik,” tegas Meri, sapaan akrabnya.

Ia melihat, hanya SMPN 2 Kendari yang memperingati hari sumpah pemuda dengan cara yang sangat unik sekaligus meriah. Hebatnya, beberapa waktu lalu SMPN 2 Kendari telah menorehkan pretasi besar dengan peraihan gelar juara kedua dalam kompetisi Cerdas Sultraku sebumi anoa. Ini adalah semangat besar yang harus ditularkan karena pretasi tak memandang perbedaan.

Menurutnya, ada kerjasama yang baik antara orang tua siswa dengan seluruh warga sekolah. Terlihat dari motivasi tinggi hingga mampu menghadirkan nuansa baru dalam upacara bendera bernuansa Indonesia mini. Tak hanya siswa, namun guru dan staf pun ikut mengenakan pakaian adat dengan sangat bangga.

Koordinator, La Ode Sudu MPd yang menjadi guru idola Kendari Pos tahun 2014 juga menyampaikan kebanggaan tersendiri atas antusiasme peserta didik dan jajaran guru serta staf. Konsep Indonesia Mini yang diangkat, kata dia, adalah hal inovatif yang mampu memupuk semangat persatuan.

“Bisa dilihat, dalam satu barisan bhineka tunggal ika ternyata ada banyak etnis berbeda. Namun itu bukan kendala untuk terus menetak prestasi. Sekarang bukan saatnya gontok-gontokan tapi semua harus bersaing menunjukkan prestasi terbaik,” ujar finalis Olimpiade Guru Nasional tahun 2016 sekaligus instruktur nasional Kurikulum tahun 2013.

Hal senada juga diungkapkan Wakasek Kesiswaan, La Oden Dohali, SPd yang menaruh harapan besar agar peserta didik mampu mengambil intisari di balik konsep Indonesia Mini yang hadir dalam momen hari sumpah pemuda. Tak hanya itu, Sudirman MSi, pria yang terpilih sebagai guru idola Kendari Pos tahun 2015 juga menyampaikan rasa bangga. (feb/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top