Dinas Perikanan Konkep Fungsikan Dua Unit Mesin Ice Flake – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Kepulauan

Dinas Perikanan Konkep Fungsikan Dua Unit Mesin Ice Flake

MURSALIN/KENDARI POS
Kadis Perikanan Konkep, Darwis memperlihatkan mesin pembuat es, kamis (26/10)

KENDARIPOS.CO.ID — Nelayan di Kabupaten Konawe Kepulaun (Konkep) kini tak resah lagi dengan kondisi harga es yang selalu melonjak. Pekan lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI), menyalurkan dua unit mesin penghasil es berkapasitas 1,5 ton dalam sehari. Bantuan mesin itu untuk memenuhi kebutuhan nelayan dalam menjaga kualitas tangkapan mereka.

Kepala Dinas Perikanan Konkep, Darwis mengungkapkan, dua unit mesin ice flake (pembuat es batu serpihan ) dari kementerian saat ini sudah mulai beroperasi di Pulau Wawonii. Masing-masing mesinnya bisa menghasilkan 1,5 ton es kristal dalam sehari. “Kami buatkan koperasi untuk mengolah es kristal itu. Alhamdulillah saat ini bisa beroperasi dan sudah dimanfaatkan masyarakat,” kata Darwis saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (26/10).

Kata dia, jika kedua mesin tersebut dioperasikan, bisa menghasilkan es kristal hingga 3 ton dalam sehari. Itu artinya, kebutuhan es di Bumi Kelapa tidak kurang lagi. Bahkan bisa dianggap lebih bagi nelayan. Pasalnya 1,5 ton es kristal tersebut, bisa mencapai 50 gabus. “Ini untuk menjawab sorotan oknum selama ini yang menilai kami (Dinas Perikanan) tidak bekerja dan menggangap tak dapat menyelesaikan permasalahan es di Konkep,” tegas Darwis.

Saat ini dua mesin tersebut dikelola Koperasi Nelayan Samudera Anugerah (KNSA) dan Koperasi Serba Usaha Sinar Matahari (KSUSM). Kedua mesin tersebut berada di Kecamatan Wawonii Barat. Mantan Kepala Bappeda Konkep tersebut mengatakan, harga es kristal yang dihasilkan mesin buatan Jerman itu dipasarkan kepada nelayan seharga Rp 30 ribu tiap kemasan gabus. Harga itu jauh lebih murah dibandingkan harga es yang dibeli dari Kota Kendari dan di pasarkan di pulau tersebut. “Kalau es dari Kendari tiba di Konkep, harganya sudah Rp 50 ribu per gabus. Berarti dengan adanya dua mesin ini, nelayan kita bisa lebih hemat Rp 20 ribu,” rinci Darwis sambil memperlihatkan cara operasi mesin es itu, kamis (26/10).

Ia berharap, masyarakat bisa memanfaatkan mesin yang harganya mencapai Rp 1,4 miliar tersebut. “Termasuk menjaga kualitas ikan agar tetap baik. Selama ini kualitas ikan kita masuk tipe A. Tetapi ketika dibawa di Kota Kendari jadi tipe C. Karena kualitas es selama ini yang kurang baik. Sekarang es kristal yang kita produksi ini bisa bertahan sampai satu minggu,” bangganya.

Darwis berjanji akan terus berupaya mendatangkan mesin es lainnya di Pulau Wawonii. Agar kebutuhan bahan pengawet di masyarakat bisa merata. “Saat ini dua mesin itu baru dipasang di Langara, ibu kota kabupaten. Tetapi bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Wawonii. Pekan depan saya akan ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Ditjen Perikanan. Katanya kita ada peluang diberi bantuan mesin es lagi yang berkapasitas 5 ton sehari,” ungkapnya. (c/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top