Pariwara
Politik

Seleksi PPK, KPU Konawe Dituding “Bermain”

Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Assosiasi Pemerhati Rakyat saat mendatangi kantor KPU Konawe, Rabu (25/10). Mereka menuding KPU “bermain” pada seleksi penerimaan PPK Konawe. Kecewa komisioner tidak berada di tempat, massa lalu menyegel kantor KPU sehingga membuat aktivitas perkantoran berhenti total. Foto: Helson Mandala Putera/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Tudingan adanya permainan pada seleksi perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) Konawe kembali menyeruak. Kali ini, giliran massa yang mengatasnamakan diri Assosiasi Pemerhati Rakyat saat mendatangi kantor KPU Konawe, Rabu (25/10). Mereka menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe telah melakukan kecurangan dengan meloloskan calon yang tidak mengikuti seleksi tes tertulis. Yang menarik, massa mengklaim memiliki bukti calon tersebut sengaja dititipkan pejabat tertentu. Niat massa meminta klarifikasi tak mendapat jawaban. Pasalnya, para komisioner KPU Konawe tidak berada di tempat. Sebagai ungkapan kekecewaannya, massa menyegel kantor KPU Konawe. Hal ini menyebabkan aktivitas kegiatan perkantoran berhenti total. Agar massa tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, personil Polres Konawe melakukan penjagaan.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan Rolansyah, proses perekrutan PPK dianggap sudah tidak sesuai prosedur. Setelah melakukan kesalahan pada proses verifikasi berkas, KPU kembali mengulang kesalahannya pada seleksi tes tertulis. “Apalagi, ada calon PPK yang tidak hadir dalam ujian tertulis, tetapi lulus dalam rangking sepuluh besar, untuk lanjut ke tes wawancara. Kami juga mengindikasikan ada camat yang ikut menitipkan calon,” tandas Rolansyah yang juga Korlap aksi tersebut.

Dengan kejanggalan tersebut, Rolansyah mendesak DKPP dan KPU Sultra serta Panwas Kabupaten untuk mengevaluasi kerja KPU Konawe, membatalkan atau menganulir hasil pengumuman kelulusan calon PPK secara kolektif. Selain itu, mereka mendesak KPU Konawe untuk transparansi dalam penilaian perekrutan calon anggota PPK. “Kami akan datang lagi sampai ada klarifikasi dan tindak lanjut dari KPU Konawe,” jelasnya. Ketua KPU Konawe, Sarmadan yang dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut enggan berkomentar. Namun ia mengaku akan segera memberi klarifikasi pada pengunjuk rasa dan awak media ini setelah pulang dari luar daerah. Termasuk menjelaskan mekanisme dan proses seleksi PPK yang masuk 10 besar. (b/hel)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top