Pariwara
Pariwara
Pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Penjual Ikan di Baubau Tertangkap Miliki 1.467 Butir Pil Ilegal

Wakapolres Baubau Kompol Febri Iman Jaya (tengah) menunjukkan barang bukti seribuan pil yang diduga ilegal, Rabu (25/10). Seribuan pil itu disita dari pelaku berinisial FF, yang berprofesi penjual ikan. Foto : AKHIRMAN / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Bosan berdagang ikan, FF warga Baubau mencoba peruntungan dalam bisnis pil memabukkan. Belum lagi mereguk keuntungan, FF keburu tertangkap karena aksinya terendus personel Polres Baubau. Dari tangan FF, polisi menyita sekira 1.467 butir pil ilegal. Polisi menduga obat efek pil tersebut mirip pil PCC yang dapat membuat fly penggunanya. Penangkapan terhadap FF bermula dari informasi masyarakat bahwa ada trasaksi penjualan obat yang kerap terjadi dikediaman FF. Dari informasi tersebut, aparat Polres Baubau melakukan pengembangan dengan mendatangangi rumah FF, Kamis (19/10) lalu sekira pukul 19.30 wita. Hasilnya, ribuan butir obat ditemukan.

“Dari tangan FF kita berhasil mengamankan barang bukti 1.467 butir obat. Sebagian besar masih tersimpan dalam kemasan plastik besar, sementara sisanya lagi sudah dikemas per paket dan siap jual. Per sachet berisi 10 butir obat dan dijual Rp 40.000. Ada uang tunai hasil penjualan Rp 220.000 dan dua telepon gengam,” kata Wakapolres Baubau, Kompol Febri Iman Jaya saat konferensi pers di ruang Humas Polres Baubau, Rabu (25/10).

Kepada penyidik, FF mengaku baru sebulan mengedarkan pil tersebut. Pil di suplai dari Kota Kendari dan dikirim ke Baubau melalui pelabuhan. “Kalau berdasarkan keterangan tersangka, pemakaian obat itu hanya untuk memberi semangat,” ujar Kompol Febri Iman Jaya. Makanya itu, kata dia, untuk mengetahui pasti jenis obat dan efek yang ditimbulkan bagi penggunanya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak laboratorium di Makassar. Beberapa butir obat dikirim sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium. “Saat ini, kita belum bisa memastikan efek dari penggunaan obat tersebut. Begitu pula dengan jenisnya. Insya Allah dalam waktu dekat ini, kalau hasilnya sudah keluar maka kita bisa tahu secara pasti,” terangnya.

“Yang pasti, jika terbukti bahwa obat itu adalah obat berbahaya seperti PCC, maka yang bersangkutan akan dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan,” tukas Kompol Febri Iman Jaya. Sementara itu, saat ini terduga pelaku (FF) masih dalam proses pemeriksaan. Untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait jenis obat yang dijualnya itu dan proses peredarannya. (ahi/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top