Pariwara
Hukum & Kriminal

Jika Terbukti Pungli Saat OTT, Oknum Pejabat Dikbud Baubau Bakal Disanksi

Ilustrasi Pungli

KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Masri semula terkesan menutupi adanya operasi tangkap tangan (OTT) di kantornya. Belakangan, setelah Kasat Reskrim Polres Baubau membenarkan OTT dugaan pungli di Dinas Dikbud, Masri ikut membenarkan. Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Masri dengan tegas membantah adanya OTT dan mengaku tidak tahu menahu kejadian OTT yang diduga melibatkan oknum pejabat di Dikbud Baubau. “Awalnya saya tidak tahu. Tetapi setelah saya dengar itu (pembenaran adanya OTT dari Polres Baubau) maka saya langsung tanya kepada yang bersangkutan tapi dia tidak merasa (terjaring OTT,red),” kata Masri di ruang kerjanya, Rabu (25/10).

Meski telah menanyakan langsung kejadian OTT kepada anak buahnya, Masri masih belum mau memberikan keterangan siapa oknum pejabat Dikbud yang terjaring OTT itu. Identitas terduga OTT dikaburkan Masri dengan berdalih persoalan itu sudah masuk di ranah pihak berwajib. “Tentunya pihak Polres akan mendalaminya. Jadi, kita tunggu saja hasilnya,” Masri berkelit menghindari pertanyaan wartawan.

Yang pasti, sanksi tegas menanti oknum pejabat Dikbud yang kena OTT polisi apabila yang bersangkutan terbukti melakukan pungli. Masri mengaku sanksi yang akan diberikan disesuaikan kesalahan yang bersangkutan. “Untuk saat ini kita tidak bisa berandai-andai. Biarkan proses hukum berjalan. Yang pasti, jika terbukti bersalah ada konsekuensi yang akan didapatkan. Sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dibuat,” ungkap Masri.

Ia menambahkan meski perkara OTT yang diduga melibatkan salah seorang pejabat di instansinya itu belum terbukti, namun Masri meminta agar semua itu menjadi pelajaran agar aparatur bekerja sesuai dengan ketentuan. “Saya selalu tegaskan, agar kita bekerja berdasarkan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Karena saya tidak ingin ada pegawai Dikbud yang terlibat perkara hukum,” tegasnya.

Untuk diketahui, Polres Baubau masih mendalami hasil OTT dugaan pungli di Dinas Dikbud Kota Baubau yang terjadi, Selasa (10/10) lalu. “Kita lakukan OTT di dinas pendidikan. Disitu ada barang bukti kita amankan berupa uang Rp 10 juta, handphone dan beberapa dokumen. Untuk handphone, kita sudah coba lakukan kloning untuk mengumpulkan alat bukti. Dan insya Allah itu mengarah pada salah satu oknum pegawai di Dinas Pendidikan,” ujar Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Mucharam,Selasa (24/10) lalu. (ahi/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top