Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Telkomsel Tambah 500 BTS, Perkuat Layanan 4G LTE

PITA LEBAR INDONESIA: Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah (kiri) dan Direktur Planning & Transformation Edward Ying memperlihatkan SK Menkominfo yang menetapkan Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum untuk frekuensi 2,3 GHz. Foto: Jawa Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Telkomsel menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan penggunaan spektrum tambahan untuk mendukung Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019. Investasi yang dilakukan Telkomsel dalam memperoleh tambahan spektrum, menunjukkan keseriusan perusahaan plat merah itu dalam menyediakan layanan broadband terbaik bagi pelanggan. Untuk tahap awal, Telkomsel berencana membangun lebih dari 500 BTS menggunakan spektrum 2,3 GHZ dalam tiga bulan ke depan. Terutama di wilayah-wilayah yang paling tinggi kebutuhan layanan datanya, setelah melalui proses sesuai ketentuan termasuk uji laik operasi.

Direktur Utama (Dirut) Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, pihaknya bersyukur telah ditetapkan menjadi pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz. Nilai sebesar Rp 1 triliun lebih ditanamkan berdasarkan strategi investasi yang matang dengan dukungan finansial yang kuat. Tambahan spektrum di frekuensi 2,3 GHz akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan 4G LTE, dan memaksimalkan kualitas layanan broadband bagi pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia. “Kami berharap hal ini akan mendukung ekosistem digital di Indonesia, termasuk e-commerce, dan mendorong perkembangan usaha kecil dan menengah,” ungkap Ririek di Jakarta, selasa (24/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan, seiring konsistensi dan komitmen Telkomsel untuk membangun jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah pelosok dan perbatasan negara, tambahan spektrum tersebut akan mendukung upaya perusahaan untuk membuka akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat di perdesaan. “Dengan kecepatan akses mobile broadband yang lebih tinggi, kami mampu menghadirkan pengalaman digital lifestyle terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Telkomsel telah memperoleh spektrum dengan harga wajar yang jauh lebih rendah dari operator lain di negara berkembang lainnya. Seperti salah satu operator telekomunikasi di India yang membayar sekitar empat kali lebih besar, yakni sebesar US 0,34 per MHz per populasi. Angka itu jauh lebih mahal bila dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel sebesar US 0,08 per MHz per populasi. Jika dibandingkan dengan negara maju, seperti Korea Selatan, Singapura, Australia, dan Hongkong, harga yang dibayarkan operator di negara-negara tersebut lebih tinggi 1,5 hingga 5 kali lipat dibandingkan yang dibayarkan Telkomsel.

Diakui Ririek, saat ini ketersediaan spektrum di Indonesia masih sangat terbatas dan langka. Sementara perbandingan antara jumlah pelanggan dan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional. “Dengan pertimbangan tersebut dan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah populasi yang sangat besar di Indonesia, nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan penting untuk Telkomsel,” tambah Ririek. (JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top