Mete Buteng Harus Diremajakan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Buton Tengah

Mete Buteng Harus Diremajakan

KENDARIPOS.CO.ID — Kegagalan panen jambu mete para petani di Buton Tengah (Buteng) pada tahun ini diketahui karena usia tanaman yang sudah tidak produktif. Makanya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Buteng melalui Dinas Pertanian mulai mengajak masyarakat untuk melakukan peremajaan kebun jambu mete mereka. Apalagi bibitnya akan disediakan pemerintah, bahkan ada biaya penebangan pohon yang disediakan.

Kadis Pertanian Buteng, Makmur Sangkalibu mengaku, saat ini produksi mete di daerah tersebut banyak yang gagal panen. Hal tersebut disebabkan karena mete yang dibudidayakan masyarakat, rata-rata berusia 30 tahun ke atas sehingga kurang produktif. Dinas pertanian juga sudah banyak melakukan sosialisasi di masyarakat, hanya masih minim respon dari petani yang langsung melakukan peremajaan lahan.

“Ke depan kita akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, lurah dan kepala desa untuk menyukseskan program ini. Kalau kita saja yang melakukan sosialisasi tanpa dukungan, tentu tak akan berjalan sesuai yang diharapkan. Apalagi, kami sudah sering melakukan sosialisasi. Hanya saja, belum mendapat respon yang positif dari masyarakat,” ungkapnya, selasa (24/10).

Makmur menjelaskan, pemerintah pusat sudah menyediakan bantuan bibit untuk masyarakat yang melakukan peremajaan kebun mete mereka. Bantuan tersebut disalurkan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Selain itu, untuk penebangan tanaman lama, bantuan yang diberikan sebesar Rp 1 juta per hektare. Masyarakat melakukan penebangan sendiri, tapi biayanya disediakan pemerintah.

“Hanya saja, hal ini belum terlalu direspon petani. Mungkin saja karena biaya penebangan yang disediakan relatif kecil. Disisi lain, masyarakat juga berpikir kalau direhabilitasi tahun ini, maka butuh beberapa tahun lagi untuk berproduksi,” jelasnya.
Makamur mengungkapkan, peremajaan jambu mete tersebut merupakan program unggulan daerah, baik tahun ini hingga 2018 mendatang. Mengingat mete merupakan komoditas unggulan di Buteng, bahkan sudah menjadi ikon daerah. Sebab jika keluar daerah, mete Lombe selalu menjadi pilihan utama masyarakat.

“Pak bupati (Samahuddin) mendorong untuk melakukan peremajaan mete secara besar-bersaran. Bantuan bibit akan tetap dilayani meski kebutuhan masyarakat sudah mencapai ton. Pasalnya, kita ingin meningkatkan produksi mete melalui proses peremajaan,” tutupnya. (c/myu)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top