Pariwara
Hukum & Kriminal

Korban Tewas di PLTU Nii Tanasa, Polisi Periksa 11 Saksi, Kepala PLTU Menyusul

Personel SAR Kendari dan polisi saat mengevakuasi jasad Arif, karyawan CV.Tata Karya Selaras (TKS), Jumat pekan lalu. HUMAS SAR KENDARI FOR KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Sikap tertutup manajemen perusahaan terkait tewasnya Arif Saputra Nasir, pekerja harian lepas (PHL) CV Tata Karya Selaras (TKS) perlahan melunak. CV TKS adalah mitra kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nii Tanasa yang memperkerjakan mendiang Arif di ruang boiler. Arif ditemukan tewas Jumat (20/10) lalu setelah empat hari dicari keluarganya.

Pihak PLN Sektor Kendari yang bertanggungjawab atas segala aktivitas di PLTU Nii Tanasa akhirnya angkat suara. Kronologi tewasnya warga Desa Bumi Indah, Arif diungkapkan Manager PLN Sektor Kendari, Paul Kiring. Sebelum menjelaskan kronologis itu, Paul menuturkan CV TKS adalah funding PLN yang memenangkan tender untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan boiler, tempat mendiang Arif ditemukan tak bernyawa. “Jadi tempat kerja almarhum itu adalah funding kami,” papar Paul.

Versi Paul, sebelum tewas di lubang boiler berdiameter 50 centimeter, korban Arif terlihat Selasa (17/10) lalu. Bersama rekan-rekannya yang lain, Arif bekerja seperti biasa. Pada jam istirahat, seluruh pekerja berhenti beraktivitas, dilanjutkan makan siang dan salat. Saat itu, korban terlihat meninggalkan lokasi pekerjaan. “Ini keterangan dari salah seorang teman korban. Bahkan salah seorang pengawas memastikan tidak ada lagi pekerja yang berada dilokasi,” papar Paul.

Hingga jam istirahat usai, Arif sama sekali tak terlihat ditempat istirahat dan tempat bekerja. Sedangkan para karyawan sudah kembali dilokasi pekerjaan. Tak ada yang curiga dengan hilangnya korban, karena disangka korban pulang istirahat dirumahnya, tak jauh dari PLTU. Tiga hari kemudian, Jumat (20/10), Arif baru saja menyandang gelar sarjana itu, tak kunjung pulang kerumah membuat keluarganya curiga dan menanyakan almarhum ketempat kerjanya. Mengetahui hal tersebut CV TKS lalu mencari dan menemukan jasad korban yang mulai membusuk. Terjepit di dalam boiler dengan kedalaman lima meter. “Setelah menemukan mayatnya pihak funding berkoordinasi dengan pihak PLTU, dan mengetahui hal tersebut kami langsung menghubungi polisi. Dan dilakukan evakuasi jasad korban,” jelas Paul Kiring.

Kapolsek Lalonggasumeeto, Iptu Darmanto menjelaskan masih melakukan penyelidikan tewasnya Arif di PLTU Nii Tanasa. Sebanyak 11 saksi telah diperiksa dalam proses penyelidikan. Termasuk saksi dari pihak CV TKS dan PLTU. “Masih proses penyelidikan dan masih ada beberapa saksi yang akan kami periksa, termasuk pimpinannya,” ujar Iptu Darmanto. (kmr/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top