Pariwara
Metro Kendari

Solidaritas Dukung Pak Hayari, Guru dan Siswa Bubuhkan Tandatangan di Atas Kain

Salah seorang guru membubuhkan tandatangan diatas kain di SMAN 1 Kendari sebagai wujud dukungan terhadap Hayari, Guru yang mengalami pemukulan dari orang tua siswa.

KENDARIPOS.CO.ID — Tindakan kekerasan yang dilakukan oknum siswa dan orang tua siswa kepada Wakil Kepala SMAN 1 Kendari, Hayari menuai protes dari berbagai organisasi profesi guru. PGRI Sultra sudah mengecam tindakan itu. Dukungan dan gerakan moral dari para organisasi guru kepada Hayari digelar di pelataran SMAN 1 Kendari, Senin (23/10). Para guru yang tergabung dalam komunitas Guruku Idolaku Kendari Pos, alumni dan PGRI menyatakan sikapnya mengecam keras tindakan kekerasan kepada Hayari. Mereka mendukung proses hukum kepada pelaku, Suhardin Diku dan anaknya, CN, oknum siswa SMAN 1 Kendari (sudah dikeluarkan setelah insiden penganiayaan). Ayah dan anak itu sudah ditangkap dan kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendari.

Sebagai bentuk dukungan moral kepada Hayari yang dikenal santun dan ramah, para guru yang tergabung dalam organisasi profesi, siswa SMAN 1 Kendari dan alumni membubuhkan tandatangan diatas kain putih. Mereka tak terima aksi kekerasan kepada guru. Penganiayaan yang dilakukan Suhardin Diku dan anaknya, CN telah menciderai profesi guru. Pantauan Kendari Pos dalam aksi solidaritas tersebut, seluruh alumni dan anggota PGRI mengundang seluruh siswa dan siswi yang hadir untuk mendapatkan arahan dari beberapa pihak, salah satunya unsur alumni SMAN 1 Kendari. Setelah pengarahan selesai, dilanjutkan aksi tanda tangan dukungan kepada Hayari diatas kain putih dan pembacaan pernyataan sikap. Poin pentingnya adalah apabila aksi tidak terpuji (penganiayaan) itu kembali terjadi di SMAN 1 Kendari, maka massa yang tergabung dalam aksi solidaritas akan mengambil sikap tegas kepada pelakunya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kendari, Agusman Hannisi saat ditemui Kendari Pos mengatakan aksi ini dilakukan karena bentuk keprihatinan seluruh pihak. Tujuan adalah agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, karena sangat merugikan guru yang rela mengabdi dan mencerdaskan anak didiknya tanpa pamrih. “Kegiatan ini untuk memberikan pencerahan kepada seluruh siswa, agar tidak terulang lagi. Karena siapa saja yang mendengar dan tahu kejadian ini pasti tidak terima dengan kelakuan orang tua murid (Suhardin Diku,red) itu,” paparnya. Salah seorang siswa kelas XI yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan selama ini CN dikenal sebagai siswa yang bebal. Bahkan CN bersama sembilan temannya membentuk kelompok yang dialbeli Idiot Geng. “Ada gengnya itu CN. Mereka sering kumpul-kumpul di sekolah. Begitu juga di luar Sekolah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Suhardin Diku dan anaknya, CN ditangkap polisi, di rumahnya di Jalan Bunga Seroja, Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat, Minggu (22/10) sekira pukul 16.30 wita. Saat ditangkap ayah dan anak itu tak melawan, bahkan bersikap santun. Kegarangan dan nyali yang besar ketika menganiaya Hayari redup ketika berhadapan dengan tim Buser Reskrim Polres Kendari. Padahal ketika menganiaya Hayari, Suhardin dan CN terlihat garang bak jagoan. Sikap “jantan” Suhardin ompong di mata hukum. “Benar kita sudah amankan. Sekarang ini masih kami lakukan pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Malik Fachrin, Minggu (22/10) lalu. (kmr/ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top