Pariwara
Metro Kendari

Komunitas Guru Minta Penganiaya Guru Dihukum Setimpal

Suasana pertemuan guru di SMAN 1 Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Para guru tergugah memberi dukungan moral kepada Hayari, korban penganiayaan orang tua siswa, Suhardin Diku. Mereka tak terima profesi guru tercabik-cabik dengan sikap premanisme yang ditunjukkan siswa SMAN 1 Kendari, CN dan ayahnya, Suhardin. Dukungan kepada Hayari terus mengalir. Kali ini datang dari para guru yang tergabung dalam Komunitas Guruku Idolaku Kendari Pos. Asmuddin, sang ketua komunitas menegaskan para guru tak terima tindakan tak terpuji Suhardin. Sudah pantas jika oknum orang tua siswa itu mendapat ganjaran setimpal. Dia juga mengutuk keras perbuatan Suhardin dan anaknya.

Asmuddin mengatakan penganiaya Hayari telah melanggar aturan dan tak bisa diberikan toleransi. Untuk itu, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga selesai di meja hukum. Asmudin menyebutkan semua guru-guru merasa terhina atas kejadian ini. “Tidak ada kata damai. Ini sudah keterlaluan,” kesal Asmuddin saat ditemui Kendari Pos.

Selain itu, menurut Asmuddin, proses hukum harus ditegakkan untuk membuat efek jera. Sehingga ke depannya, tak ada lagi kasus yang sama dan jangan ada lagi “Hayari” berikutnya yang menjadi korban penganiayaan. Asmuddin juga meminta seluruh sekolah di Sultra agar tidak menerima CN setelah dikeluarkan dari SMAN 1 Kendari karena siswa yang seperti itu berkarakter sangat jelek. “Cukup diketahui, tidak ada guru seperti penjahat. Jadi, insiden ini terjadi karena alasanya orang tua siswa tidak senang kepada gurunya yang menindak anaknya maka itu sikap tidak benar. Karena tugas guru adalah mendidik,” tegas Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari itu didampingi koleganya, Dewi Hernia Ningsih, guru SDN 13 Mandonga.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAN 1 Kendari, Agusman Hanisi. Dia meminta polisi memberi ganjaran setimpal kepada penganiaya guru, agar ini menjadi pelajaran kepada semua pihak. Karena ini termasuk tindakan pindana maka sudah tentu ada konsekuensi hukumnya. “Untuk proses hukumnya kami tidak tahu sampai mana karena bukan kewenangan kami. Harapan kami si pelaku harus tetap diproses (hukum),” harapnya. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar ikut angkat suara menyikapi insiden penganiyaan guru SMAN 1 Kendari, Hayari. La Ode Ashar mengatakan tindakan oknum siswa, CN dan ayahnya, Suhardin Diku tidak dapat dibenarkan dengan logika apapun. Tindakan menganiaya guru merupakan perbuatan melanggar hukum. Apalagi sampai mengancam menggunakan senjata tajam.

Tindakan Suhardin Diku telah mencoreng moral pendidikan. Bagaimana tidak, seorang siswa menjadi pemicu keributan sehingga orang tuanya memukul guru. Sungguh bukan perbuatan yang layak ditiru. Ashar menilai apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran semua pihak. Orang tua maupun guru saling mengintrospeksi diri. Kader Golkar itu mengakui umumnya siswa zaman sekarang tidak lagi memperlihatkan sikap santun kepada pendidik. “Jadi yang harus kita petik dalam insiden itu adalah orang tua harus mengajarkan pendidikan karakter kepada anak-anak,”ujarnya. (kmr/ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top