Pariwara
Hukum & Kriminal

Polres Kendari Proses Penganiaya Guru SMAN 1 Kendari

Aparat Polres Kendari saat menjemput tersangka penganiaya guru dirumahnya.

KENDARIPOS.CO.ID — Aksi main hakim sendiri yang dilakukan oknum orang tua siswa, Suhardin Diku alias Bang Dik terhadap guru SMAN 1 Kendari, Hayari berujung ke ranah hukum. Sekira pukul 10.00 wita, Minggu (22/10), Hayari melaporkan penganiayaan dirinya yang terjadi Jumat (20/10) lalu ke Polres Kendari. Hayari yang dikenal ramah dan santun kepada kolega dan anak didiknya didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Kendari, Agusman dan sejumlah guru lainnya saat membuat laporan polisi di Polres Kendari. “Sudah saya laporkan,” ujar Hayari didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Kendari, Agusman.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kendari, Agusman mengatakan insiden penganiayaan oknum siswa, Candra dan ayahnya Suhardin Diku merupakan bagian tindak pidana. Agusman menuturkan Hayari hanya punya niat mendidik siswa Candra yang melawan guru. Versi orang tua siswa yang menyebut bahwa anaknya dipukul itu adalah keliru. “Frasa “dipukul” itu salah, yang benar kata dia adalah mendidik. Saat Candra melawan dan memaki guru dengan kata-kata kasar, Hayari langsung mendidik dengan menepukkan kertas kepada Candra. Tapi, siswa Candra ini justru emosi dan mengajak Hayari duel berkelahi,” katanya.

Sebelumnya, ayah Candra bernama Suhardin Diku mengaku telah meminta maaf karena telah menganiaya sang guru, Hayari. Dia beralasan hanya ingin memberikan pelajaran kepada guru yang lebih dulu memukul anaknya, Candra. “Kami juga mengaku salah, melakukan hal seperti itu. Anak saya juga salah. Tapi, sebenarnya, saya cuma ingin kita belajar. Karena, ketika anak melanggar, sebaiknya jangan dipukul kasian,” kata Suhardin Diku yang ditemui di rumahnya Sabtu (21/10).

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Malik Fahrin membenarkan laporan Hayari. Dia menyebutkan, polisi akan memeriksa saksi-saksi dalam waktu dekat. “Laporannya berupa penganiayaan dan pengancaman,” ujarnya. Sebelumnya, alumni Lintas SMA 1 Kendari mengutuk keras perbuatan yang dilakukan Suhardin Diku. Meski proses mediasi sudah dilakukan pihak sekolah Jumat lalu namun sejumlah alumni SMA tersebut meminta agar kasus ini diproses secara hukum. Apalagi, Hayari dipukul, dikejar dan diancam dengan senjata tajam. Untuk diketahui, aksi penganiayaan yang dilakukan Suhardin Diku terjadi pada Jumat (20/10). Suhardin memukul Hayari dari belakang setelah mendapat laporan anaknya, Candra yang mengaku dipukul oleh sang gurui. Sebenarnya, pemukulan itu bermula dari aksi Candra yang tak punya etika dengan melawan guru yang melakukan pembinaan. Candra di bina karena telah menganiaya rekannya, Vikram. (ade/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top