Pariwara
Nasional

Bhayangkari Sultra Apresiasi Peran Kendari Pos

Pj Ketua Bhayangkari Daerah Sultra, Lynda Carolina Winarto (duduk, kelima dari kiri) beserta pengurus Bhayangkari berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, Jumat (20/10). Mereka disambut langsung Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin (duduk, keempat dari kiri) beserta jajaran. Usai pertemuan, sempatkan foto bersama. Foto: LM Syuhada/kendari pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pengurus Bhayangkari Daerah Sultra berkunjung ke Graha Pena Kendari Pos, jumat (20/10). Tak hanya sekadar silaturahmi dengan seluruh unsur pimpinan dan karyawan Kendari Pos, tapi mereka juga ingin mengetahui lebih jauh tentang mekanisme kerja redaksi. Mulai dari bagaimana informasi didapatkan, proses editing, layout hingga sampai menjadi koran yang dibaca masyarakat. Rombongan Bhayangkari dipimpin langsung Pj Ketua Bhayangkari Daerah Sultra, Lynda Carolina Winarto. Mereka tiba sekira pukul 10.30 Wita dan disambut tarian Mondo Tambe. Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin beserta jajaran managemen juga sudah menunggu. Meski baru pertama kali berkunjung, namun nuansa keakraban begitu terasa.

Saat memberikan sambutan, Lynda Carolina memberikan apresiasi terhadap Kendari Pos. Menurutnya, media dengan tagline Santun dan Menginspirasi ini berperan penting dalam mempublikasikan kegiatan Bhayangkari Sultra. “Kami merasa terbantu dengan Kendari Pos. Banyak kegiatan yang kami lakukan, terutama dalam menyambut HKGB ke-65 terekspos dan diketahui masyarakat,” ungkap Lynda Carolina.

Dalam menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65, lanjut dia, banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Mulai kegiatan bakti sosial, anjangsana kebeberapa panti asuhan hingga menggelar berbagai lomba. Salah satu contoh, anjangsana sekaligus memberikan bantuan sembako ke panti asuhan Yayasan Al Amin Anduonohu. Kebanyakan kegiatan dipusatkan di Kota Lulo. “Semua kegiatan itu sangat bermanfaat buat masyarakat. Kami bersyukur bisa diliput Kendari Pos, sehingga diharapkan bisa memotivasi orang lain untuk melakukan hal serupa,” katanya.

Lebih jauh Lynda menjelaskan, keberadaan Bhayangkari Sultra tak hanya sekadar membantu kerja-kerja Polri. Namun lebih dari itu, bisa bermanfaat kepada masyarakat lewat berbagai kegiatan positif yang dilakukan. “Meski kami ibu rumah tangga, tapi ingin memberi kontribusi positif untuk masyarakat dan negara,” ujarnya. Kembali soal kerja jurnalistik, menurutnya sangat penting bagi Pengurus Bhayangkari Sultra mengetahuinya. Sebab, sebagai bagian dari organisasi Polri, mesti tahu kerja media. Ini sangat diperlukan ketika ada kegiatan dilakukan. “Ini juga untuk lebih mendekatkan hubungan kita dengan media,” tambahnya.

Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin menyambut baik kedatangan Pengurus Bhayangkari Sultra. Menurutnya, Kendari Pos sangat terbuka untuk membangun kemitraan dengan siapa saja, termasuk Pengurus Bhayangkari. Dirinya juga memberikan apresiasi atas kiprah para istri polisi ini. “Dibalik suami hebat, ada istri hebat yang selalu mendampinginya,” ujar Irwan. Dirinya juga menjelaskan banyak hal tentang Kendari Pos. Salah satunya tentang perubahan paradigma pemberitaan Kendari Pos. Sekarang ini, lanjut dia, lebih mengutamakan berita baik dan bisa menginspirasi masyarakat yang ditonjolkan. Istilah kerennya, lebih mengutamakan good news is the best news (berita bagus adalah berita terbaik). Bukan lagi menganut bad news is the good news (berita jelek atau menjatuhkan adalah berita terbaik), sebagaimana pola pemberitaan sebelumnya. “Jadi kalau beritanya bagus, apalagi menyangkut prestasi pasti kami tonjolkan. Dengan harapan, berita itu bisa memberikan inspirasi pada orang lain,” tegasnya.

Hal lain tak kalah penting yang Irwan sampaikan, bahwa kerja media itu harus cekatan karena berburu waktu. Dalam waktu yang hanya beberapa jam, mesti menyaring ribuan informasi yang terjadi pada hari itu. “Kerja media itu tidak mudah. Tapi menyenangkan bagi yang menikmatinya,” katanya. Usai pertemuan, Pengurus Bhayangkari mengunjungi dapur redaksi di lantai III Kendari Pos. Mereka ingin tahu lebih jauh tentang mekanisme pembuatan berita hingga sampai jadi koran. Untuk urusan ini, Pemred Kendari Pos Arifuddin Mangka ahlinya. Dengan gamblang, dia menjelaskan pola kerja redaksi. Terutama soal tata letak perwajahan. “Jadi setelah wartawan menulis, ada namanya proses editing. Setelah itu masuk layout. Dalam proses ini, ada beberapa orang terlibat, saling berdiskusi untuk menghasilkan perwajahan yang menarik,” jelas Arif.

Lalu bagaimana kalau sudah masuk layout atau proses cetak, namun setelah dicek ternyata ada kekeliruan, soal nama sumber misalnya atau hal lain? Menurut Arif, sebelum proses cetak sebenarnya sudah disortir terlebih dahulu. Sehingga kekeliruan itu bisa diminimalisir. Kalaupun toh ada kekeliruan dan sudah naik cetak, masih bisa dihentikan atas persetujuan Direktur Utama Irwan Zainuddin. “Jadi pengambilan kebijakan tertinggi ada sama Pak Irwan,” ujarnya.

Setelah itu, rombongan Pengurus Bhayangkari Sultra menuju ruangan percetakan. Di tempat ini juga mereka dijelaskan tentang mekansime kerjanya. Termasuk prosesnya bagaimana sampai keluar menjadi sebuah koran yang bisa dibaca masyarakat. “Kerja media itu kolektif. Semua saling berkaitan, makanya butuh kerjasama supaya hasilnya maksimal,” imbuh Irwan. (b/ade/ing)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top