Proyek Pelabuhan di Konawe Kepulauan Dianggap Mubazir – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Kepulauan

Proyek Pelabuhan di Konawe Kepulauan Dianggap Mubazir

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Banyaknya pelabuhan rakyat yang dibangun pada sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mendapat sorotan dari DPRD setempat. Misalnya, Pelabuhan di Dimba, Noko, Watuondo dan Nipa-Nipa. Pelabuhan tersebut dinilai mubazir dan tak ada asas manfaatnya terhadap masyarakat. Kesan menghambur-hamburkan anggaran, terlihat jelas. Sekretaris Komisi II DPRD Konkep, Amran mengatakan, sejak pelabuhan itu dibangun 2016 lalu, tidak ada satupun kapal yang berlabuh di pelabuhan tersebut. “Untuk apa bikin banyak pelabuhan kalau tidak digunakan. Menghambur-hamburkan anggaran saja,” sindir Amran, Kamis (19/10). Kata dia, masyarakat yang ada di Bumi Kelapa lebih memilih jalur Langara (ibu kota kabupaten) untuk melanjutkan transportasi laut. “Apa lagi dengan adanya kapal feri yang beroperasi menghubungkan Langara dan Kota Kendari,” ungkapnya.

Iapun mengimbau, agar Dinas Perhubungan (Dishub) Konkep, segera memikirkan ulang program pembangunan pelabuhan pada tahun 2018. Karena proyek yang dikerjakan sejak 2016 itu gagal. “Tidak ada gunanya,” tandas Amran. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Konkep, H. Harsin, mengatakan, pelabuhan tersebut dibangun atas permintaan masyarakat. Sehingga ia menepis anggapan jika pelabuhan tersebut dinilai tidak berguna bagi warga di Pulau Wawonii. “Tidak benar kalau pelabuhan itu tak digunakan. Memang tidak tiap hari orang melakukan bongkar muat di pelabuhan itu,” kata Harsin di ruang kerjanya, kamis (19/10).

Dia berdalih, selain aktivitas bongkar muat, pelabuhan tersebut bisa dijadikan tempat wisata bagi masyarakat. “Selain itu juga, pelabuhan sebagai penahan abrasi. Sehingga tidak benar kalau pelabuhan itu tidak digunakan,” sambung mantan camat Wawonii Barat itu. Dirinya mengakui, Pelabuhan Nipa-Nipa saat ini sedang dalam tahap pemeliharaan. Karena pengerjaanya belum lama tuntas. Ada beberapa pelabuhan di Pulau Wawonii itu yang sudah melakukan aktivitas bongkar muat tiap hari dan dilakukan penarikan retribusi untuk masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD). Seperti Pelabuhan Lamongupa, Sawaea, Batuamea, Lawei dan Pelabuhan Solongko. “Menyusul nanti Pelabuhan Wawouso, Roko-Roko dan Langara Laut. Pengutipan retribusi untuk PAD ini ada dalam peraturan bupati tahun 2015,” ujarnya. (b/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top