Pariwara
Edukasi

Perguruan Tinggi se-Sultra Tolak Radikalisme

Rektor IAIN Kendari, Dr H Nur Alim (pegang microphone), Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, SKM., M.Kes (pertama dari kiri) bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi di Sultra, saat menyampaikan komitmennya untuk menolak rasdikalisme di lingkup kampus, kamis (19/10). Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Aksi kebangsaan melawan radikalisme yang dilakukan lebih dari 3 ribu pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia di Nusa Dua Bali pada bulan September lalu, ditindaklanjuti 32 perguruan tinggi se-Sultra. Kemarin (19/1)) dihelat pertemuan untuk mempersiapkan diri pada event akbar yang rencananya dihelat tanggal 28 Oktober, tepat di Hari Sumpah Pemuda dalam bentuk kuliah akbar kebangsaan serentak di Indonesia.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Dr. H. Nur Alim mengatakan, pimpinan perguruan tinggi se-Sultra sepakat memusatkan kegiatan puncak di Kota Kendari, Kolaka dan Baubau. Diperkirakan, kuliah akbar bakal diikuti sekira 25 ribu sivitas akademika di se-Sultra. “Ini adalah komitmen bersama untuk memberikan tameng bagi sivitas akademika agar tidak terpapar radikalisme. Di era keterbukaan, semua paham sangat mudah masuk, apalagi didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perguruan tinggi punya kewajiban yang sama untuk menangkal,” urainya, usai rapat evaluasi sekaligus konferensi pers, kamis (19/10).

Hal senada disampaikan Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, SKM., M.Kes. Dirinya menyambut positif tindak lanjut dari aksipenolakan terhadap radikalisme yang dilaksanakan di Bali September lalu. Menurutnya, sivitas akademika utamanya mahasiswa wajib diarahkan ke hal yang positif sejak dini. “Hendaknya mereka diberikan pemahaman untuk melaksanakan perannya sebagai mahasiswa pengemban tridharma. Berikan keleluasaan mereka untuk berkarya, tidak dalam bentuk tekanan. Dan jangan melihat perbedaan agama, suku, ras dan agama sebagai sisi yang merugikan. Justru keragaman itulah yang membuat kita kuat dalam kebersamaan, sehingga radikalisme ini akan sulit tumbuh di kampus,” terang wanita berparas ayu ini.

Sejatinya, kuliah akbar memuat misi penting mempertegas sikap perguruan tinggi se Bumi Anoa untuk melawan radikalisme, sekaligus menyosialisasikan lebih luastentang isi deklarasi kebangsaan perguruan tinggi yang dihelat September lalu. Ujungnya, semua mampu mengaplikasikan. Pada hari puncak, bakal dibacakan naskah Sumpah Pemuda oleh mahasiswa Sultra, deklarasi mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi se-Sultra melawan radikalisme. Salah satu menteri kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla diagendakan bakal hadir. Dukungan pun datang dari Plt. Gubernur Sultra, H.M. Saleh Lasata. (feb/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top