Pariwara
HEADLINE NEWS

Kerugian Negara Triliunan, KPK Mulai “Garap” Aswad Sulaiman

Aswad Sulaiman

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai “menggarap” mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman (ASW). Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan suap pemberian izin pertambangan dan penyalahgunaan wewenang dalam melakukan penerbitan izin eksplorasi dan eksploitasi pertambangan. Saat berada di Sultra, penyidik juga sudah memeriksa keluarganya, yakni istri, anak dan menantu Aswad.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan terkait pemeriksaan tersebut. Ia mengungkapkan, ASW diperiksa terkait kasus dugaan suap pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi dan eksploitasi serta Izin usaha pertambangan operasi produksi dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tahun 2007-2014. “Ini perdana yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka,” kata Febri saat dihubungi via selulernya di Jakarta.

Dikonfirmasi soal apa saja yang menjadi obyek pemeriksaan, Febri enggan memberkannya. Menurutnya proses penyidikan merupakan kewenangan penuh para penyidik, sehingga prosesnya pun hanya penyidik yang mengetahuinya. “ASW diperiksa dalam kasus dugaan sual dan penyalahgunaan wewenang. Dia diperiksa karena statusnya saat itu masih menjabat sebagai Bupati Konawe Utara priode 2011-2016,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah melakukan beberapa pemeriksaan terkait kasus yang membelit mantan pasangan Ruksamin saat memimpin Konawe Utara. Beberapa pejabat Konut telah diambil keterangannya, salah satunya Bupati Konawe Utara Ruksamin. Dia diperiksa oleh KPK di Polda Sultra. Untuk diketahui, ASW dijerat oleh KPK atas dua kasus. Pertama, ia selaku Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan 2011-2016 ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menyalahgunakan wewenangnya untuk memberi izin eksplorasi, eksploitasi pertambangan serta izin usaha produksi kepada sejumlah perusahaan tambang, sepanjang 2007 sampai 2014. Sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,7 triliun.

Kasus kedua, Aswad diduga menerima suap dari sejumlah perusahaan sebesar Rp 13 miliar. Uang itu diterima Aswad selama menjabat sebagai bupati Konawe Utara 2007-2009. Dalam kedua kasus tersebut KPK menjerat ASW dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (b/yog)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top