Pariwara
Hukum & Kriminal

Berkas Dugaan Korupsi Oknum Kadis Pendidikan Buton Diteliti Jaksa

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik telah merampungkan berkas perkara kasus yang menyeret oknum Kepala Dinas Pendidikan Buton, La Renda dan kawan-kawan. Berkas penyidikan telah bergeser ke meja jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton. Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Buton telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pembukaan lahan baru dan pengadaan air bersih tahun anggaran 2015 itu untuk diberikan petunjuk oleh jaksa.

La Renda melakukan dugaan korupsi itu ketika menjabat Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buton. Selain La Renda yang juga kuasa pengguna anggaran (KPA) saat itu, ada pula tersangka lainnya yang perannya berbeda-beda, yakni La Atiri bertugas pelaksana proyek, Rifaldi mencairkan dana, Muh.Aris selaku Direktur CV. Jala Rambang, Hayan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Iksanuddin.

Kasat Reskrim Polres Buton, Iptu Hasanuddin mengatakan, baru tiga tersangka yang berkas penanganannya sudah diajukan ke tahap satu. “Mereka adalah tersangka La Renda selaku mantan Kadis Transmigrasi. Berkasnya dilimpahkan Senin (16/10), sedangkan berkas kontraktor pekerjaan, La Atiri dan Ikhsanudin sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah diserahkan sejak pekan lalu,” ujar Iptu Hasanuddin, Rabu (18/10). Mantan penyidik Tipikor Polda Sultra ini menyebutkan jika berkas tersebut untuk selanjutnya akan diteliti oleh jaksa peneliti selama 14 hari ke depan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Buton, Firdaus membenarkan pihaknya telah menerima ketiga berkas perkara kasus dugaan korupsi yang menyeret La Renda. “Kami sedang teliti berkasnya,” ujarnya. Menurutnya, penelitian dilakukan untuk menilai apakah berkas tersebut sudah dapat dinyatakan lengkap (P21) atau masih perlu penambahan. “Jika masih kurang lengkap maka akan dikembalikan ke polisi penyidik. Tapi itu nanti setelah proses penelitian usai, ” bebernya.

Diketahui, kasus yang menyeret La Renda merupakan proyek dari Kementerian Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal yakni pembukaan lahan dan pengadaan air bersih di Desa Lapokamata Kecamatan Lasalimu, Buton dengan pagu anggaran Rp.1 miliar. Belakangan polisi menemukan kejanggalan dimana proyek tersebut tidak tuntas dikerjakan, sementara anggaran sudah cair 100 persen. Sesuai hasil audit, ditengarai menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 423 juta lebih. La Renda dan empat tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (m1/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top