Pemkot Kendari Gagas Perda,Ternak Betina Produktif Tak Boleh Disembelih – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Pemkot Kendari Gagas Perda,Ternak Betina Produktif Tak Boleh Disembelih

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari komitmen menyukseskan upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (Upsus Siwab) program Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Pemkot menggagas pembentukan peraturan daerah (Perda) pelarangan pemotongan hewan ternak bertina produktif, baik sapi maupun kerbau. Sapi dan kerbau betina produktif dilarang masuk dalam rumah pemotongan hewan (RPH).

Gagasan membentuk perda diungkapkan Wakil Wali Kota Kendari, Sulkarnain dalam sosialisasi pengendalian pemotongan ternak Ruminansia (hewan pemamah biak) betina produktif di ruang pola Kantor Wali Kota Kendari. Dihadapan Dirjen Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, drh. Indarto dan perwakilan Baharkam Polri, Kombes Bahri, Wakil Wali Kota Kendari menjelaskan Pemkot dan Kementan sedang menyusun pembuatan perda untuk mencegah adanya pemotongan sapi betina produktif. “Upsus Siwab ini memang harus menjadi perhatian. Kalau sapi betina yang dipotong semua, ke depan pasti kita akan krisis daging. Sementara kita ketahui kebutuhan hewan ternak di Kota Kendari sangat tinggi. Sekira 20 sampai 25 ekor per hari,” ujar Sulkarnain, Selasa (17/10).

Selain membuat Perda, untuk mendukung penuh Upsus Siwab ini, Pemkot akan meningkatkan pelayanan di rumah potong hewan (RPH). Nantinya, RPH akan ditingkatkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Termasuk rencana pembentukan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) pembibitan. “Jadi UPTD itu nantinya yang akan menyeleksi hewan yang akan dipotong di RPH. Kalau betina produktif akan disimpan dan dikembangkan. Dengan adanya UPTD ini akan melibatkan masyarakat. Selain itu tenaga-tenaga teknis di RPH akan ditambah seperti dokter hewan yang selama ini hanya satu orang. Penambahan alat pendukung di RPH menjadi perhatian kita,” beber Sulkarnain.

Dirjen Kementan RI drh.Indarto menguatkan upaya Pemkot dalam pembentukan Perda. Dalam Upsus Siwab ini, Kementan bekerja sama dengan Baharkam Polri. Kaitannya dalam melakukan pengawasan terhadap pemotongan sapi dan kerbau betina produktif. “Polri siap bekerja sama menyukseskan program ini, sehingga sapi bunting bisa langsung ditolak bila masuk kedalam RPH. Bhabinkabtibmas juga akan berperan yang langsung melakukan monitoring diwilayah kerjanya,” ujar Indarto.

Indarto optimis Pemkot Kendari dapat bersinergi untuk menyukseskan Upsus ini. Sebab, Kota Kendari merupakan daerah yang spesial karena memiliki RPH terbaik dari 10 RPH yang ada di Indonesia. Selain itu tingkat pemotongan sapi di Kendari sangat tinggi. Sehingga sangat rentan akan pemotongan sapi betina produktif sesuai laporan RPH Kendari bahwa pemotongan sapi betina sangat banyak. “Jadi karena desakan ekonomi banyak yang terpaksa menjual sapi betina produktifnya di RPH. Olehnya itu Pemkot dan RPH kami harap kerjasamanya untuk menyukseskan kegiatan Upsus Siwab ini,” pinta Indarto. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top