Miris, Hutan Lindung Kolut Dirambah – Kendari Pos Online
Kolaka Utara

Miris, Hutan Lindung Kolut Dirambah

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
Aksi pembalakan liar marak di hutan lindung Tolala. Praktik ilegal itu semakin menjadi-jadi karena ada kesan pembiaran dari aparat. Tampak tumpukan hasil pengolahan kayu yang disimpan di tepi jalan Trans Sulawesi.

KENDARIPOS.CO.ID — Aksi pembalakan liar marak terjadi pada kawasan hutan lindung di Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Bahkan praktik ilegal itu semakin menjadi-jadi. Ada kesan pembiaran oleh aparat hingga para pelaku illegal logging berani menumpuk hasil pembalakan di tepi jalan Trans Sulawesi tersebut dan siap diangkut.

Tumpukan kayu yang sudah berbentuk balok dengan panjang dan volume bervariasi itu dikumpulkan hanya berjarak kurang lebih delapan meter dari badan jalan trans. Lokasinya di zona perbatasan Kecamatan Tolala dan Batu Putih. Posisinya tepat berada di sebelah kanan jalan dan jika hendak menuju arah utara daerah tersebut. Saat ditelusuri ke dalam hutan, tampak bekas-bekas kaki para pemikul dan seretan balok yang didrop dari ketinggian. Tidak ada satupun orang di sana. Saat masyarakat ditanya, tidak ada yang mau berkomentar dan terkesan tutup mulut. Namun informasi yang diperoleh menyebutkan, aksi pembalakan itu sudah bukan hal baru di sana. Karena diduga didalangi oleh pengusaha dan mempekerjakan warga setempat untuk proses pendistribusian dari lokasi penebangan hingga tepi jalan.

Camat Tolala, Ikhwanuddin yang dikonfirmasi juga mengaku tak tahu aktivitas perambahan di kawasan hutan lindung tersebut. Ia beralasan, tak pernah menerima laporan jika ada praktik illegal logging di distriknya. “Saya kurang tahu itu. Saya koordinasikan dulu ke kepala desanya untuk tanyakan itu,” katanya.

Aktivitas perambahan HL tersebut sudah lama berlangsung di sana. Terakhir kali sebelum mandat Dinas Kehutanan Kolut dicabut dan ditangani langsung pemerintah provinsi, pembalakan semakin menjadi-jadi. Beberapa orang sempat disebut sebagai perusak hutan dan merupakan para pengusaha kayu.

Itu sesuai informasi dari mantan Kades Tolala, Mastur. Sebagian besar warga di sana mengaku khawatir jika hutan terus dirambah. Sayangnya, tak ada penindakan dan para pelaku nyaris tidak ada yang terjerat hukum, meski telah masuk dalam daftar pencarian orang oleh pihak Dinas Kehutanan. “Miris, memang” keluh Mastur. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top