Lima Nelayan Asal Buton Selatan Ditahan di Australia – Kendari Pos Online
Buton Selatan

Lima Nelayan Asal Buton Selatan Ditahan di Australia

Ilustrasi nelayan

KENDARIPOS.CO.ID — Lima nelayan asal Buton Selatan (Busel) ditahan di Australia. Kelima nelayan asal Kecamatan Sampolawa, Busel itu ditangkap otorita Darwin, Australia setelah terdeteksi memasuki area perairan negeri Kanguru tersebut. Informasi ini disampaikan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Buton, AKBP Andi Herman.

Ia menjelaskan, kelima nelayan tersebut merupakan warga Desa Bahari I dan Bahari II, Kecamatan Sampolawa, Busel. Mereka adalah La Ode Karman sebagai nakhoda dan ABK Supri merupakan warga Desa Bahari II, sedangkan ABK Rendi dan Sarwan merupakan warga Desa Bahari I. Selanjutnya ABK Tahari belum diketahui alamatnya.

Kelima nelayan tersebut sudah meninggalkan Busel sejak Juli lalu. Mereka mengemudikan kapal dengan bobot 5 Gross Ton milik La Dando warga Bahari II yang kini berdomisili di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Informasinya penangkapan diterima dari Kupang pada 11 Oktober. Kabarnya ditangkap karena mereka mencari sirip ikan Hiu sampai melewati perairan Indonesia,” jelas AKBP Andi Herman, Kamis (13/10) malam.

Dilanjutkannya, sejak Juli hingga awal Agustus, kelima nelayan masih kontak dengan keluarga. Nanti tanggal 29 Agustus kelima nelayan kembali melaut dari Kupang dan pada tanggal 8 Oktober dikabarkan sudah ditangkap otorita Darwin beserta kapalnya. “Kami masih akan memantau terus perkembangannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pelaksana tugas Camat Sampolawa, La Ode Asrin saat dihubungi Kendari Pos, Kamis sore, menambahkan jika Pemkab Busel sudah mengetahui kabar tersebut. Itu setelah ada koordinasi antara Dinas Kelautan dan Perikanan Kupang, NTT dan Pemkab Busel. Ia juga membenarkan jika mayoritas masyarakat Sampolawa berprofesi sebagai nelayan. Untuk yang kini ditahan di Darwin, ia mengatakan mereka rata-rata berusia 20 tahun dan 30 tahun. “Kami doakan semoga mereka segera kembali berkumpul dengan keluarga,” harapnya, kemarin.

Dari informasi yang dihimpun berdasarkan data surat kilat Konsulat RI di Darwin, Australia melaporkan jika pemerintah Australia melalui Australian Fisheries Management Authority (AFMA) telah menyampaikan penangkapan satu kapal ikan berbendera Indonesia tertanggal 8 Oktober 2017.

Informasi tersebut menjelaskan, kapal ditangkap pukul 12.30 di wilayah perairan Australia, dengan koordinat 10 derajat 25 S dan 128 derajat 19 E atau kurang lebih 180 NM diwilayah barat laut Kota Darwin. Kini kapal penangkap ikan berserta awak dibawa ke Darwin. Para nelayan sementara dipenampungan Mercure Darwin Airport Resort. Sehubungan dengan itu Konsulat RI Darwin telah meminta bantuan Australian Border Force agar dapat menemui para nelayan tersebut.

Sementara itu, Dandim 1413 Buton, Letkol Czi. Sriyanto, yang dikonfirmasi juga mengaku telah menerima informasi terkait penangkapan lima nelayan Busel oleh otoritas Australia. “Ia, saya juga sudah terima lima nama nelayan itu,” ujarnya saat ditanyai tentang kebenaran informasi tertangkapnya lima nelayan asal Busel, semalam.

Terkait langkah selanjutnya, kata dia, pemerintah yang berwenang harus membantu mereka (lima nelayan Busel) agar bisa dibebaskan oleh kepolisian Australian. “Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk bagaimana membantu mengembalikan mereka ke tanah air. Entah itu melalui jalur hukum maupun secara diplomasi. Dan, saya percaya percaya pemerintah akan melakukan itu,” pungkasnya. (b/ahi/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top