Tambang C di Buton Menunggak Retribusi Hingga Rp 1,1 M – Kendari Pos Online
Space Iklan
Buton

Tambang C di Buton Menunggak Retribusi Hingga Rp 1,1 M

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah perusahaan tambang galian C yang beroperasi di Buton disebut tak memberi kontribusi bagi daerah. Perusahaan dan kontraktor kerap tidak menyelesaikan pembayaran retribusi. Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) mencatat tunggakan pembayaran pajak tambang galian C dari perusahaan mencapai Rp 1,136 miliar. Nilai itu merupakan jumlah total piutang sejak 2008 sampai 2016 lalu.

Kepala BPPRD Buton, Awaluddin mengaku pihaknya kesulitan melakukan penagihan retribusi tersebut. Pasalnya, perusahaan maupun kontraktor cenderung bersikap menghindar jika diminta menuntaskan kewajibannya. “Kalau kita menagih, alasan pemilik perusahaan, mereka bukan pelaksana proyek. Katanya, nama perusahaannya hanya dipinjam. Kita cari kontraktornya, malah sudah tak ada,” keluhnya, rabu(11/10).

Selain sikap tak taat perusahaan, minimnya realisasi retribusi juga dipengaruhi banyaknya lokasi tambang galian C yang dikelola secara ilegal. Sehingga untuk melakukan pengutipan retribusi, Pemkab terbentur regulasi. “Misal tambang pasir ilegal, itu kami tidak bisa pungut, sebab melanggar juga. Sementara izinnya ada di provinsi. Jadi serba dilema,” katanya.

Untuk kendala tersebut, Awaluddin mengaku sudah berkonsultasi dengan pemerintah provinsi. Dalam waktu dekat, regulasi izin tambang galian akan digodok kembali. “Nanti setelah ada regulasi baru, kami akan perketat,” tegasnya. Ia juga menjelaskan, piutang retribusi galian C diprediksi bertambah lagi pada tahun 2017. Pasalnya, hingga Oktober ini, realisasi retribusi galian C baru Rp 12 juta dari target Rp 100 juta. Hanya saja, BPPRD berharap untuk pelunasan galian C dapat dilakukan pada akhir tahun nanti. “Soalnya alasan perusahaan pemakai galian C karena dana proyek cair akhir tahun,” paparnya.

Kendati demikian, Awaluddin percaya target retribusi galian C bisa ditingkatkan. Salah satu caranya dengan memaksimalkan potensi pada usaha pembuatan batu bata. Itu sudah disosialisasikan kepada pelaku usaha. “Retribusinya per satu batako, Rp 500. Kami sudah sosialisasi, mudah-mudahan bisa meningkatkan PAD,” pungkasnya. (c/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top