Harga Elpiji 3 Kg Naik di Kolaka – Kendari Pos Online
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Harga Elpiji 3 Kg Naik di Kolaka

Salah satu pangkalan di Kelurahan Lamokato, Kabupaten Kolaka yang kehabisan stok tabung elpiji 3 kg. Foto: Zulfadli Nur/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah warga di Kabupaten Kolaka mengeluhkan adanya kenaikan harga tabung gas 3 Kilogram (kg). Normalnya, harga gas bersubsidi tersebut maksimal Rp 22 ribu per tabung, kini naik hingga Rp 25 ribu. Rupanya, kenaikan harga tidak hanya terjadi di tingkat pengecer, tetapi juga di pangkalan.

“Dulu harga elpiji 3 kg di pengecer biasa hanya Rp 22 ribu saja, sekarang sampai Rp 25 ribu. Ternyata harga di pangkalan yang jauh tempatnya, pun capai Rp 22 ribu. Padahal tandinya hanya Rp 18 ribu,” keluh Yuni, warga Kelurahan Lamokato. Dia menambahkan, selain mahal, tabung gas 3 kg terkadang sulit didapat. “Biasanya cepat habis stoknya di pangkalan. Hanya seminggu sekali datang tabungnya. Sementara pembeli itu banyak. Jadi tidak sampai seminggu, tabung 3 kg itu sudah habis di pangkalan,” tuturnya.

Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kolaka, Sauda menjelaskan, naiknya harga tabung 3 kg di Kolaka disebabkan bertambahnya pengguna tanpa diimbangi dengan penambahan kuota. “Kuota tabung elpiji ukuran 3 kg di Kolaka setiap bulannya itu rata-rata 1.300-an. Kuota itu sejak tahun 2016 lalu tidak pernah bertambah. Sedangkan jumlah pembeli terus meningkat. Jadi itulah penyebab terjadinya kelangkaan dan kenaikan elpiji 3 kg,” terangnya.

Sauda pun menegaskan pihaknya dapat memberikan sanksi terhadap pengecer maupun pangkalan yang menaikan harga secara sepihak secaratidak langsung. Artinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kolaka dapat melaporkan pangkalan yang menjual tabung bersubsidi tersebut kepada agen. “Kalau pengecer memang dia tidak bisa ditindak karena penindakan itu hanya sampai pangkalan. Jadi kalau ada pangkalan yang menjual di atas harga tanpa alasan yang jelas, maka kami akan laporkan kepada agennya agar izinnya dicabut,” tandasnya.

Dijelaskan bahwa tabung elpiji 3 kg adalah gas bersubsidi yang diperuntukkan oleh masyarakat yang tidak mampu. Olehnya itu, agar warga miskin di Kolaka tidak sulit mendapatkan tabung tersebut, maka pihaknya mengimbau bagi kalangan menengah ke atas untuk tidak membeli tabung bersubsidi tersebut. “Kuota tabung elpiji 3 kg di Kolaka itu sangat sedikit. Sedangkan yang membutuhkan itu banyak. Supaya tabung bersubsidi itu benar-benar dinikmati oleh yang berhak, maka kami minta kalangan menengah ke atas untuk tidak membeli tabung 3 kg, tetapi belilah tabung yang nonsubsidi seperti ukuran 5 kg atau 12 kg,” tandasnya. (fad/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top