DPR Dukung Pembangunan Pabrik Gula di Sultra – Kendari Pos Online
Nasional

DPR Dukung Pembangunan Pabrik Gula di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana pembangunan pabrik gula “raksasa” di Bombana dan Konawe Selatan mendapat dukungan banyak kalangan. Salah satunya, dari Komisi IV DPR RI. Wakil rakyat di senayan menilai, kehadiran pabrik tersebut bisa mendukung progran pemerintah dalam hal swasembada gula.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengungkapkan, sudah seharusnya pemerintah berpikir serius untuk melakukan pembangunan pabrik gula. Pasalnya untuk mendukung program swasembada gula pemerintah harus sadar bahwa item pentingnya adalah pabrik. “Pemerintah harus serius untuk membangun pabrik gula di Sultra. Jangan sampai hanya sekadar wacana saja,” kata Edhy saat ditemui di DPR RI, rabu(11/10).

Edhy juga berharap pemerintah dapat meyakinkan investor dalam hal pembangunan pabrik tersebut. “Kalau bisa secepatnya direalisasikan,” ujarnya. Dia juga minta supaya masyarakat setempat mendukung progran tersebut. Sebab, akan banyak keuntungan bagi daerah dan masyarakat kalau pembangunan pabrik terwujud. “Salah satunya tentu soal serapan tenaga kerja,” katanya.

Lebih jauh Edhy menjelaskan, pembangunan pabrik akan menelan anggaran dan waktu yang tidak sedikit. “Program pembangunan tersebut pasti akan memerlukan waktu yang berkesinambungan. Saya harap Menteri Pertanian bisa menuntaskan program tersebut. Karena tidak mudah mensingkronkan program pemerintah saat ini dan berikutnya,” katanya.

Selain itu, Politisi Gerindra ini juga mengkritisi terkait dengan adanya impor gula. Menurutnya, untuk menunjang pembangunan pabrik gula, pemerintah juga harus memperhatikan nasib petani. “Pembangunan pabrik tidak hanya bicara soal ketersediaan lahan. Namun juga kesejahteraan petani. Untuk itu, kami minta untuk menghentikan impot gula dan mendukung penuh pertanian tebu di daerah,” harapnya.

Saat berkunjung di Sultra awal bulan ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan akan membangun 10 pabrik gula di Indonesia. Satu diantaranya akan dibangun di Sultra, salah satunya Bombana. Menurutnya, itu sudah melalui kajian yang matang.

Kabupaten Bombana menjadi tujuan, lanjut dia, karena dari sisi iklim pertanian sangat cocok untuk pengembangan pabrik gula nasional yang juga akan disupport oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia tegaskan, ini adalah program pemerintah maka harus dibangun dengan kapasitas besar (10 ribu ton per hari/ton cain day). Pabrik gula di Bombana bakal jadi yang terbesar se Indonesia Timur. “Sebanyak 3 pabrik gula di Bone Takalar sebanding dengan 1 yang di Bombana ini. Kalau Kendari (Sultra) bisa menampung 2 pabrik, maka kita siapkan. Tapi kalau satu, ya cukup satu saja,” jelasnya.

Adapun rencana luas lahan pabrik gula Bombana minimal 30 ribuan dengan daya serap tenaga kerja mencapai 10 ribu orang. Tenaga lokal diprioritaskan dan tenaga asing hanya untuk bidang keahlian khusus. Adapun nilai investasi untuk pembangunan pabrik gula mencapai Rp 4 triliun. “Tolong dijaga, inilah yang ingin kami sampaikan ke kampus-kampus agar investor dijaga dan jangan sampai lepas,” pesannya. Menurut Amran, ada 2 faktor yang mampu mengangkat ekonomi suatu negeri yaitu investasi dan ekspor. Kalau hanya harapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), itu sangat terbatas. Jika di negara lain, izin masuk investor hanya 1 jam sebaliknya di Indonesia bisa sampai bertahun-tahun. “Inilah yang harus dibenahi,” imbuhnya. (b/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top