BPOM Sultra Musnahkan 301 Produk Ilegal di Baubau – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Bau-bau

BPOM Sultra Musnahkan 301 Produk Ilegal di Baubau

AKHIRMAN/KENDARI POS
Berbagai jenis produk ilegal di Kota Baubau berhasil diamankan stakeholder pengawas obat dan makanan hingga kemudian dimusnahkan.

KENDARIPOS.CO.ID — Peredaran produk ilegal dalam masyarakat khususnya di Kota Baubau masih cukup banyak. Itu terlihat dari banyaknya barang tanpa izin edar yang ditemukan dan dimusnahkan, Rabu (11/10). Seluruhnya terbagi dalam berbagai jenis produk, mulai dari pabrikan hingga tradisonal. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sultra, Adillah Pababbari, mengatakan seluruh produk ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan rutin dan operasi gabungan daerah lintas sektoral. Barang yang dianggap tidak memenuhi standar edar, langsung diamankan.

“Jadi, seluruh jenis barang ini adalah hasil sitaan yang kita lakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan, kepolisian dan seluruh stakeholder terkait dalam pengawasan obat dan makanan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemusnahan, Islamic Center Baubau, Rabu (11/10).

Untuk jumlah jenis atau merek produk yang dimusnahkan ada 301 item. Masing-masing terbagi dalam jenis obat, kosmetik, pangan, suplemen kesehatan dan obat tradisonal. “Kalau dihitung dalam nominal uang, maka nilai ekonomis secara keseluruhan mencapai Rp 374.679.100,” terangnya.

Produk yang paling banyak adalah kosmetik ilegal, termasuk bahan pangan kedaluwarsa. Ia menambahkan, jumlah produk ilegal yang dimusnahkan di Baubau itu hanyalah sebagian kecil. Sebab, secara keseluruhan hasil sitaan produk tanpa izin edar se-Sultra atau 17 kabupaten/kota mencapai 2.522 item dengan nilai Rp 1,4 miliar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. H. Edy Natsir mengungkapkan, peredaran produk ilegal khususnya jenis obat menjadi perhatian khusus pihaknya. Sebab hal itu sangat berbahaya bagi masyarakat. “Obat kalau dimanfaatkan sesuai resep, akan baik bagi kesehatan. Tetapi jika tidak, maka akan membawa petaka, karena itu adalah racun. Makanya peredaran obat ilegal terus kita awasi agar tidak membahayakan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Baubau, Dr. H. AS Tamrin menuturkan, agar seluruh stakeholder terkait dalam pengawasan bahan makanan dan obat-obatan jangan merasa puas dengan apa yang berhasil diamankan saat ini. Tetapi, terus memacu dan bekerja bersama menekan peredaran produk tak memenuhi standar dan membahayakan masyarakat. “Agar tidak terhenti sampai di sini. Ke depan harus terus ditindaklajuti dengan pengawasan yang lebih intens dan tegas di lapangan,” pinta Baubau-1 itu. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top