Muna Akan Terapkan PTSP Baru – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Muna

Muna Akan Terapkan PTSP Baru

KENDARIPOS.CO.ID — Baru pada tahun 2018 nanti, pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) di Kabupaten Muna, akan dimaksimalkan. Semestinya, program yang dicanangkan instansi pimpinan Muhamad Guntur Dano ini sudah dilakukan tahun ini. Namun surat keputusan dari pemerintah provinsi belum ada, maka instansi terkait belum merealiasasikan program tersebut. Selain itu, keterbatasan anggaran menjadi alasan dalam menjalankan pelayanan terpadu itu.

Keoptimisan DPM-PTSP dalam menjalankan kepengurusan terpadu pada tahun berikutnya, karena surat rekomendasi Bupati Muna, LM Rusman Emba telah ada. Makanya, langkah yang diambil instansi teknis itu, melakukan sosialisasi ke masyarakat, baik tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa. “Termasuk ke organisasi perangkat daerah kita lakukan sosialisasi. Januari 2018 baru beraksi. Karena peraturan baru dari bupati sudah ditandatangani, ” kata Plt Kepala DPMPTSP, Muhamad Guntur Dano saat ditemui di Aula Galampano, Selasa (10/10).

Program tersebut, kata mantan Camat Pasikolaga ini, harus terlaksana. Apalagi, peraturan perundangan-undangan sudah jelas. Makanya, pihaknya menunggu keputusan pemerintah provinsi pula. Ia menilai, selama ini pengurusan izin yang berbelit-belit, tidak maksimal. Sebab, tim teknis masih berkantor di OPD masing-masing.

Ia juga mengakui, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala dalam menjalankan program satu pintu. Kendati demikian, dengan poyeksi anggaran tahun 2018, akan dimaksimalkan. Mantan Sekretaris BKD itu menjelaskan, target dalam mencari pendapatan asli daerah (PAD) melalui izin mendirikan bangunan (IMB), termasuk rekomendasi lainnya. “Kalau tahun ini belum ada target. Masih melekat pada OPD masing-masing, ” terangnya.

Namun, khusus IMB, pada tahun ini mencapai Rp 600 juta. Ia mengakui, rencana pemberlakuan sistem satu pintu, sudah lama dilakukan daerah lain. Hanya saja, ada beberapa kendala di Muna. Makanya, banyak potensi PAD yang belum terserap dengan baik. Jika sudah diberlakukan satu pintu, maka secara otomatis bisa terkontrol serta tak ada kebocoran anggaran. Pasalnya, biaya pengurusan langsung masuk rekening bank. “Peluang usaha melalui investor tentu kita dapat mempromosikan daerah dengan berbagai potensi pariwisata yang menjadi ikon Muna. Caranya, bagaimana urus izin wisata dipermudah. Termasuk, potensi perikanan, perkebunan dan lainnya. Banyak yang akan datang di Muna, kalau diberikan kemudahan dalam berinvestasi, ” yakin mantan Kabag Kesra itu. (c/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top