Giliran Istri, Anak dan Menantu Mantan Bupati Konut Diperiksa Penyidik KPK – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Giliran Istri, Anak dan Menantu Mantan Bupati Konut Diperiksa Penyidik KPK

Anak Aswad Sulaiman saat menghadiri panggilan penyidik KPK di Polda Sultra.

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggenjot proses penyidikan kasus dugaan korupsi izin tambang yang menyeret nama mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Aswad Sulaiman. Setelah sebelumnya memeriksa Bupati Konut Ruksamin dan sejumlah pejabatnya, Selasa (10/10), giliran keluarga Aswad yang diperiksa. Mereka adalah Isyatin Syam (istri), Nina (anak) dan Kumaraden (menantu).

Ketiga orang terdekat Aswad itu diperiksa secara marathon di ruang Ditreskrimsus Polda Sultra. Berdasarkan pantauan Kendari Pos, tiga keluarga Aswad ini diperiksa sejak pukul 11.00 wita. Mereka datang bersamaan dan ditemani oleh Ruslan, mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Konut. Mereka diperiksa sebagai saksi kasus Aswad.

Mereka datang ke Mapolda Sultra dengan menumpangi kendaraan pribadi. Wakapolda Sultra, Kombes Pol Winarto menyebutkan bahwa penyidik KPK masih meminjam gedung Polda Sultra hingga 14 Oktober ke depan. Namun, soal materi pemeriksaan, Winarto tidak mengetahu hal itu. “Yang jelasnya mereka hanya izin kepada kami untuk menggunakan ruangan. Kami tidak tahu apa yang dilakukan,” ungkap pengganti Bambang Priyambadha ini, Selasa (10/10).

Sebelum pemeriksaan berlangsung, tampak tiga keluarga Aswad ini mondar-mandir di ruang Ditreskrimsus. Mereka terlihat menunggu panggilan penyidik untuk diperiksa. Raut wajah ketiganya terlihat malu-malu. Ketika melihat wartawan ketiganya berusaha menutupi wajahnya masing-masing. Bahkan istri Aswad, sempat berkomentar singkat. “Kalian jangan begitu,” ujar perempuan berhijab yang masih tercatat sebagai anggota DPRD Sultra itu. Sedangkan Nina datang di Polda dengan mengenakan baju berwarna pink. Sementara suaminya mengenakan baju batik motif biru.

Ketiganya “digarap” penyidik KPK selama 8 jam. Untuk diketahui, sebelumnya penyidik KPK terus melakukan pendalaman dalam kasus dugaan korupsi izin tambang di Kabupaten Konut yang menyeret tersangka mantan Bupati Konut Aswad Sulaiman. Penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin tambang di lahan PT Aneka Tambang (Antam) secara melawan hukum ini diduga melibatkan banyak pejabat di Konut. Senin (9/10), tiga orang pejabat di Konut diperiksa yakni Bupati Konut Ruksamin yang juga mantan Wakil Bupati Konut saat Aswad menjabat, Asisten III Pemkab Konut La Onjo dan Sekretaris Bapedda Konut F. Fajar. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top