Warga Konkep Sorot Plt Kades yang Tak Transparan – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe Kepulauan

Warga Konkep Sorot Plt Kades yang Tak Transparan

MURSALIN/KENDARI POS
Salah satu jalan tani di Desa Mata Baho, Konkep yang kondisinya dikeluhkan warga.

KENDARIPOS.CO.ID — Pengelolaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) yang dilakukan aparatur pemerintahan di level tersebut terus menjadi sorotan. Warga Matabaho di Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) juga mengeluhkan tata kelola ADD dan DD di desa mereka yang tidak transparan. Masyarakat bahkan menduga bantuan anggaran untuk pembangunan tersebut diselewengkan onum kepala desa (Kades). “Plt Kades bernama Akbar tidak transparan dalam pengelolaan ADD dan DD 2017. Tidak ada publikasi APBDes melalui baliho dan tak pernah digelar rapat soal penggunaan anggaran,” keluh Ars, mewakili warga di pemukiman Mata Baho, senin(9/10).

Warga juga menuding, pekerjaan perintisan jalan tani di desa tersebut tidak sesuai standar. “Ada sekitar 700 meter jalan tani yang dirintis. Masa hanya dibuka begitu saja, tidak dilapisi dengan sirtu dan timbunan lain. Kalau hujan, kami justru tidak bisa ke kebun. Tanpa papan proyek pula,” ungkap Ars diamini sejumlah rekannya.

Sementara itu, Plt Kades Mata Baho, Akbar yang dikonfirmasi mengakui, ia memang tak memasang papan informasi penggunaan APBDes tahun ini yang mencapai Rp 800 juta. Tetapi ia menepis tudingan jika dirinya tak transparan dalam pengelolaan anggaran.

“Memang tidak ada papan informasinya, saya akui itu. Tetapi sebelumnya saya sudah rapatkan bersama warga soal DD,” argumennya. Menyangkut sorotan atas proyek pembukaan jalan tani, pria yang menjabat sebagai Sekcam Wawonii Timur itu juga membenarkan jika panjang akses mencapai 700 meter dan tidak ditimbun. Itu karena jalan yang menghabiskan anggaran Rp 151 juta tersebut tidak memiliki rencana anggaran biaya (RAB). “Memang tidak ditimbun itu, karena sebelumnya tidak ada RAB. Nanti kebelakangan baru ada. Tapi saya tidak mau, karena anggarannya hanya sedikit, tidak cukup kalau mau ditimbun,” alasan Akbar. (c/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top