Sektor Jasa Sulit Berkembang di Buton – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Buton

Sektor Jasa Sulit Berkembang di Buton

KENDARIPOS.CO.ID — Pertumbuhan usaha pada bidang jasa di Kabupaten Buton, terbilang sulit. Data Badan Pusat Statistik, hanya ada 10.654 usaha jasa yang beroperasi di wilayah penghasil aspal tersebut. Jumlah itu beradap pada urutan keenam terbawah dari 17 kabupaten/kota di Sultra. Buton hanya unggul dari wilayah pemekaran seperti Buton Utara, Buton Selatan, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan dan Muna Barat. Sulitnya pertumbuhan usaha itu diakui Plt. Bupati Buton, La Bakry.

Ia mengatakan, penyebab lambannya dunia usaha bergerak di Buton meski sudah 14 tahun mekar, karena letak Pasarwajo sebagai ibu kota kabupaten yang tidak strategis. Posisinya berada di ujung daratan Buton. Ditambah lagi letaknya yang berdekatan dengan Kota Baubau membuat Pasarwajo kalah pamor. “Kami akui di sini sulit berkembang usaha jasa. Baubau sangat dekat, sehingga banyak tamu daerah atau wisatawan memilih menginap di sana dibanding di Pasarwajo,” jelasnya, senin(9/10).

Sebenarnya Pemkab Buton, kata La Bakry sudah berupaya menggenjot pertumbuhan sektor jasa dengan menggelar event skala nasional seperti Festival Budaya Tua Buton. Harapannya, kunjungan wisatawan dapat merangsang pertumbuhan perhotelan, restoran maupun sarana jasa lainnya. Hanya saja, lagi-lagi Pasarwajo masih kalah saing dibanding Baubau.

“Orang belum tertarik nginap di sini. Soalnya hotel dan rumah makan belum memadai. Ditambah lagi, wisatawan kalau pulang harusnya bawa oleh-oleh, tapi di sini juga belum ada,” ujarnya. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Buton menjadi diatas 5 persen, Pemkab akan memanfaatkan potensi sumber daya tambang, terutama aspal. Aspal Buton dinilai menjadi keunggulan yang memiliki potensi ekonomi besar. Hanya saja, upaya pengembangan aspal itu masih belum optimal.

“Sejak tahun 2015, Presiden sudah instruksikan semua daerah untuk menggunakan Asbuton. Saat itu semua permintaan jadi naik, disaat yang sama produksi tidak mencukupi. Jadi kami sedang berpikir bagaimana formula menaikan pertumbuhan ekonomi dan itu akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah. Pada APBD 2018 akan difokuskan menata kota,” pungkasnya. (c/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top