Puluhan Honorer di Kolut Tertipu Calo CPNS, Ratusan Juta Raib – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Puluhan Honorer di Kolut Tertipu Calo CPNS, Ratusan Juta Raib

Asrul (tangan diborgol) oknum PNS di Satpol PP Sulbar ditangkap personel Polsek Lasusua yang dipimpin Kanit Reskrim, Bripka Muh Aris. Asrul ditangkap setelah menipu puluhan honorer K2 Pemkab Kolut untuk diangkat menjadi PNS. Foto : POLSEK LASUSUA FOR KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Hasrat puluhan honorer Kategori Dua (K2) lingkup Pemkab Kolaka Utara (Kolut) untuk segera memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) sudah tak terbendung. Ketika ditawari akan segera menyandang status PNS dengan menyerahkan sejumlah duit, puluhan honorer itu langsung terpikat. Mereka terbius dengan janji manis oknum PNS Satpol PP Sulawesi Barat (Sulbar), Asrul bin Onggeng (35) yang mengaku punya orang dalam di BKN dan akan membantu mengurus honorer K2 menjadi PNS. Terpikat rayuan Asrul, duit ratusan juta dari puluhan honorer itu berpindah tangan.

Namun hingga kini janji itu tak kunjung ditunaikan. Merasa telah dikelabui Asrul, para honorer melapor ke polisi. Saat ini sebanyak 50 orang korban masuk dalam catatan kepolisian. Minggu (8/10), jajaran Polsek Lasusua berhasil mendeteksi keberadaan Asrul yang berhasil mendulang uang honorer K2 yang ditaksir total sekira Rp. 600 juta dan melarikan diri ke Sulawesi Barat.

Kanit Reskrim Polsek Lasusua Bripka Muh Aris bersama dua orang rekannya, Bripka Rukmanzal dan Bripda Heri Kiswanto langsung bergerak. Mereka bertiga melakukan perjalanan darat selama 36 jam dari Kolut menuju Kelurahan Pasang Kayu Kecamatan Pasang Kayu Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat (Sulbar). Mereka sukses menangkap Asrul.

Bripka Muh Aris yang dihubungi, Senin (9/10) mengaku masih dalam perjalanan pulang menuju Kolut sambil membawa pelaku. Asrul diringkus pukul 15.00 wita, tanpa perlawanan. “Saat menipu ia meyakinkan korban mengaku punya orang dalam di Badan Kepegawaian Negara (BKN),” tutur Bripka Muh Aris.

Penangkapan Asrul sesuai Laporan Polisi (LP) LP/18/X/2017 Sektor Lasusua tertanggal 6 Oktober 2017 terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Laporan diterima polisi dari salah seorang korban, Akis yagn juga warga Lasusua sudah merasa tertipu mengingat telah lama dijanji dan diberi mahar tetapi tidak kunjung jadi PNS. Setelah dana disalurkan, pelaku menghilangkan jejak. “Kasus ini masih dikembangkan,” ungkap Bripka Muh Aris. Asrul diancam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dan pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman penjara paling lama empat tahun.
(rus/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top