Kader Demokrat di Muna Nyaris Tewas Ditebas – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Kader Demokrat di Muna Nyaris Tewas Ditebas

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Entah apa yang menyulut emosi Alimin sehingga berani menenteng parang dan mencari Ketua Partai Demokrat Muna di sekretariat partai. Tak berhasil menemukan orang yang dicari, Alimin mengamuk. Kader partai yang sedang menunggui sekretariat, Muhammad Faharuddin pun jadi sasaran amukan Alimin.

Faharuddin menderita luka akibat berusaha menyelamatkan nyawanya dari sabetan parang Alimin. Tangan Faharuddin luka setelah menangkis sabetan parang. Alimin berhasil ditangkap Senin (9/10) sekira pukul 01.30 wita di rumah mertuanya di jalan Teuku Umar Kelurahan Watonea, Muna. Penganiayaan itu terjadi, Minggu (8/10) lalu. Sekira pukul 17.00 wita, Alimin bersama rekannya berinisial H, mendatangi sekretariat Partai Demokrat. Di gedung itu, pelaku dengan gaya koboinya yang menenteng sebilah karena pelaku membawa parang dan memasuki ruang depan sambil menendang pintu masuk. Di ruang itu, korban Muhammad Faharuddin sedang duduk melantai, kaget mendengar lontaran kata tanya dari Alimin. Kepada korban, Alimin bertanya ikhwal keberadaan pimpinan partai berlambang mercy di Muna itu.

Jawaban Faharuddin bahwa ketua partai sedang berada diluar daerah rupanya tak membuat Alimin puas. Tak percaya keterangan itu, pelaku kian marah karena merasa di bohongi, sebab siang hari Alimin melihat orang yang dimaksud. Ia menuding Faharuddin menyembunyikan keberadaaan pimpinannya. Parang ditangan Alimin pun bersarang ditubuh Faharuddin.

Untung saja, gerakan Faharuddin lebih cepat. Tebasan parang ditepis dengan tangan kiri dan melukai ibu jari korban. Untuk meredam amukan Alimin, Faharuddin dalam kondisi luka berusaha merangkul Alimin. Namun pelaku masih beringas, sehingga keduanya bergumul di pelataran sekretariat Partai Demokrat. Teman pelaku melerai dan membawa pelaku meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Tak terima perlakuan Alimin, korban melaporkan ke polisi. Kapolsek Katobu, AKP Aslim Ampo membenarkan laporan tersebut. Ia mengaku, pelakunya sudah ditangkap. Hanya saja, pihaknya belum mengambil keterangan. Sebab, saksi juga belum diperiksa. “Ditangkap di Watonea, dini hari. Kita belum pastikan motifnya karena belum ambil keterangan,” ujar AKP Aslim Ampo, Senin (9/10). AKP Aslim menyampaikan pelaku melancarkan aksinya bukan kelompok. Melainkan, sendiri. “Sempat terjadi perdebatan. Pelaku merasa dibohongi, akhirnya bertindak kekerasan. Korban mengalami 12 jahitan, ” katanya. (ery/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top