Aktivitas Truk Pengangkut Batu di Konut Mengkhawatirkan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe Utara

Aktivitas Truk Pengangkut Batu di Konut Mengkhawatirkan

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
Hilir mudik truk pengangkut material batu di Desa Tondowatu, Kecamatan Motui dengan muatan yang melebihi kapasitas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

KENDARIPOS.CO.ID — Hilir mudik truk yang mengangkut batu gunung pada ruas jalan trans Sulawesi di Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut) meresahkan pengguna jalan. Pasalnya, belasan kendaraan yang lalu lalang dengan muatan batu gunung bisa menimbulkan dampak kecelakaan.

“Mobil truk ini kalau dibiarkan mengangkut muatan berlebihan bisa menyebabkan kecelakaan. Karena jangan sampai bak truk terbuka, muatan batu jatuh dan menimpa kendaraan di belakang. Semestinya harus ada penindakan dari Dinas Perhubungan,” saran pengguna jalan, Sunardin, warga Kecamatan Andowia saat ditemui di Puncak Pererehua, Desa Tondowatu, akhir pekan lalu.

Mobil truk yang memuat material batu gunung itu leluasa menggunakan jalan umum untuk kegiatan pendistribusian pada proyek pembangunan smelter PT Virtue Dragon Nickel Industry di Kecamatan Morosi, Konawe. Petugas Dinas Perhubungan Konut maupun aparat kepolisian diminta semestinya melakukan penindakan terhadap aktivitas pemuatan batu di wilayah itu. Apalagi puluhan batu gunung yang dimuat kadang berserakan di jalan akibat kelebihan muatan.

Sekretaris Komisi II DPRD Konut, Safrin yang dikonfirmasi berang dengan aktivitas mobil truk yang memuat bahan baku material PT Virtue Dragon tersebut. Iapun meminta instansi teknis Dishub Konut dan aparat kepolisian melakukan penindakan.

“Saya sudah pernah tegur itu sopirnya, tapi mereka tidak mengindahkan. Memang harus ada tindakan tegas. Muatan truk sudah melebihi kapasitas, makanya banyak batu berserakan di pinggir jalan yang bisa menimbulkan kecelakaan,” kritik Ketua DPD II Golkar Konut tersebut.

Selain itu aktivitas hilir mudik kendaraan pemuatan batu gunung dianggap anggota DRPD bisa menimbulkan kerusakan jalan umum. “Ironisnya ada kendaraan yang muat batu sulit untuk melaju karena muatannya sudah melebihi kapasitas. Apalagi kalau mereka jalan beriringan lima sampai delapan mobil. Ini sebenarnya sudah masuk pelanggaran lalu lintas, over kapasitas. Kita berharap ada kepedulian dan penindakan dari penegak hukum. Kasihan pengguna jalan,”desaknya. Sayangnya, Kadishub Konut, Aris L yang coba dikonfirmasi tak dapat dihubungi, senin(9/10). (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top