Tiga Pemilik Handak di Buton Utara Diciduk – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tiga Pemilik Handak di Buton Utara Diciduk

Kanit Intel Polsek Kulisusu, Bripka Safri Malaka (paling kanan) menunjukkan tersangka dan barang bukti bahan peledak yang disita dari tiga tersangka. Foto : HADRIAN INDRA MAPA / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Aparat Polsek Kulisusu berhasil membekuk tiga orang nelayan yang diduga memiliki bahan peledak (Handak). Handak itu akan digunakan mengebom ikan di perairan Kabupaten Buton Utara (Butur). Ketiga tersangka diciduk di kediamannya masing-masing, Sabtu (7/10) malam. Mereka adalah RN (32), dan SL (35) dari Desa Benu-Benua Jaya Kecamatan Kulisusu serta JS (50) dari Desa Konde Kecamatan Kambowa.

Kapolsek Kulisusu AKP Susanto menuturkan butuh waktu dua pekan pengintaian sebelum menangkap pemilik handak. Pengungkapan tersebut dalam upaya Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) sesuai perintah Kapolres Muna. Sasaran Operasi Cipkon yakni premanisme, miras, senjata api, senjata tajam dan bahan peledak.

Dari tangan tiga tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa bahan-bahan untuk membuat bom ikan, pupuk jenis matahari seberat 60 kilogram, korek api kayu jenis polar bear sekitar 150 buah yang sudah diambil belerangnya dijadikan mesiu. “Minyak tanah empat botol, 44 bungkus plastik pupuk matahari yang sudah dipisahkan, lima botol berisi pupuk, dan satu botol besar isi pupuk,” ungkap AKP Susanto di ruang kerjanya, Sabtu (7/10) malam.

Selain itu, dua botol berisi pupuk, satu jerigen berisi dua liter pupuk, enam bungkus plastik isi pupuk, satu saringan teh, tujuh benang sumbu, tiga ember. Bahan-bahan itu, sudah dikemas dan siap ledak. Mantan Kasat Reskrim Polres Bombana itu menambahkan masih banyak pelaku illegal fishing yang mahir membuat handak berkeliaran.

Minimnya jumlah personel menjadi salah satu faktor pelaku masih mudah lolos. AKP Susanto menuturkan pihaknya masih akan mengembangkan penyidikan atas kasus itu guna mengungkap pelaku lainnya. Utamanya yang memasok barang pembuat bom ini kepada para pelaku. “Para tersangka mengaku mendapatkan bahan peledak dari pemasok di Kendari. Mereka dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandasnya. (had/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top