Pemkab Kolut akan Tukar Guling Area Hotel By Pass – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kolaka Utara

Pemkab Kolut akan Tukar Guling Area Hotel By Pass

Aktifitas pemasangan rangka bangunan hotel di by pass. Pemkab akan mengupayakan tukar guling

KENDARIPOS.CO.ID — Kisruh status lahan pembangunan hotel di kawasan pesisir By Pass Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) oleh pihak investor belum juga tuntas. Pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam kendali Bupati, H. Nur Rahman Umar harus menyelesaikan polemik yang ditinggalkan pemerintah sebelumnya.

Saat ini Pemkab sedang menggagas penggodokan peraturan daerah (Perda) terkait kawasan tersebut. Asisten II Pemkab Kolut, Ir. Junus mengaku, Bupati H. Nur Rahman Umar telah menekankan penuntasan kisruh pembangunan hotel tersebut. Langkah awal yang akan ditempuh yakni mencari tahu legalitas bangunan di sana. “Sebelumnya memang telah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Sumarlin Majja (pemilik hotel) dengan Pemkab. Namun saat itu ada sedikit kekeliruan hingga kami akan tuntaskan saat ini,” ujarnya, Minggu (8/10).

MoU sebelumnya menjadi dasar untuk mengambil langkah selanjutnya agar tak melanggar aturan yang ada. Secara teritorial, lokasi kawasan By Pass diklaim merupakan wilayah milik Pemkab dan bukan kelautan. Hal tersebut sebagaimana hasil konsultasi ke pihak Badan Pertanahan yang melabeli By Pass sebagai lahan negara bebas.

Argumennya, awal mula wilayah itu memang perairan, namun seiring adanya aktivitas masyarakat maka statusnya menjadi wilayah pembangunan. Jadi Pemkab tinggal mengupayakan Perda agar legalitasnya hingga kedepan secara utuh menjadi kewenangan daerah. Terkait pembangunan hotel yang saat ini menemui kendala, pihak pengusaha dan Pemkab mewacanakan tukar guling. Ada lahan milik Sumarlin yang akan menjadi milik Pemkab sehingga bisa memulai pembangunan di lokasi tersebut. Prinsipnya, tidak saling merugikan antara kedua belah pihak.

Lokasi yang diancang-ancang memungkinkan adalah lahan di belakang kantor DPRD Kolut. Namun, pihak penaksir harga yang tetap menentukannya apakah senilai atau tidak. Pasalnya, pembangunan hotel milik Sumarlin itu sendiri telah menghabiskan miliaran rupiah untuk penimbunan area. “Jadi kalau ditukar guling tentu diseimbangkan nilainya,” pungkasnya. (c/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top