Lima Hari Sekolah di Sultra Batal Dievaluasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

Lima Hari Sekolah di Sultra Batal Dievaluasi

Kepala DikbudSultra, H. Damsid

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana Pemerintah Provinsi Sultra untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan lima hari sekolah batal dilakukan. Padahal, meski baru diterapkan di Kota Kendari tahun ini, Pemrov melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menargetkan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sultra untuk menerapkan kebijakan yang sama pasca evaluasi di Kota Kendari. “Untuk apa lagi dievaluasi, sudah tidak lagi digembar-gemborkan seperti dulu, sekarang kan hanya Kota Kendari yang laksanakan,” ujar Damsid, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, kepada Kendari Pos.

Damsid mengaku pemerintah pusat saat ini tak menekankan pada daerah terkait implementasi lima hari sekolah itu. Bahkan kebijakan itu dikabarkan telah dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo. “Katanya sudah dihapus. Makanya kita kembalikan ke sekolah lagi sekarang. Mau tetap lima hari atau kembali lagi kayak dulu,” katanya.

Menurut Damsid, daerah selalu kesulitan untuk menyesuaikan kebijakan pusat khususnya di sektor pendidikan. Ada banyak hal yang terkadang terkesan sia-sia dilakukan. Selain kebijakan lima hari sekolah itu kata Damsid penerapan kurikulum 13 juga selalu tarik ulur. “Kita hanya mengikuti tapi selalu tarik ulur. Jadi pusat ini bikin bingung kalau bikin kebijakan,” tambahnya. Olehnya itu, Damsid mengimbau semua sekolah untuk “galau” dengan kebijakan-kebijakan itu. Dia minta agar pihak sekolah fokus dengan proses pembelajaran. Soal kebijakan baru tetap akan disosialisasikan bila ada, termasuk pembatalan resmi soal lima hari sekolah itu. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top