Sultra Siap Dilalui Kapal Tol Laut, Wakatobi Jalur Utama, Kendari Pelabuhan Penunjang – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Sultra Siap Dilalui Kapal Tol Laut, Wakatobi Jalur Utama, Kendari Pelabuhan Penunjang

KENDARIPOS.CO.ID — Program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo menunjukkan progres positif. Semua pelabuhan utama dan penunjang terus digenjot pembangunannya. Di Sultra, khususnya di Kecamatan Wanci, Kabupaten Wakatobi sebagai jalur utama kesiapannya lebih mantap. Karena sudah ada kapal tol laut yang datang berlabuh. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, jalur tol laut di Sultra terpusat di Wanci, Kabupaten Wakatobi. Saat ini sudah ada kapal yang beroperasi di sana. Namanya, KM Curug Mas. “Kapal itu dioperasikan oleh perusahaan swasta PT Temas,” ujar Budi melalui Humas Kemenhub, JS Barata saat dihubungi di Jakarta.

Meski secara umum Sultra sudah siap dilalui kapal tol laut, namun menurut dia, masih ada beberapa item pendukung tol laut harus dimaksimalkan. Yakni fasilitas pendukung seperti kapal-kapal dan pelabuhan. “Hal itu terus diupayakan untuk dibenahi dan ditambah guna menunjang maksimalnya program tol laut,” jelasnya. Dari enam jalur tol laut secara nasional, Wakatobi masuk trayek 1. Jalurnya adalah Tanjung Perak-Wanci-Namela-FakFak-Kaimana-Timika-Kaimana-Namela-Wanci-Tanjung Perak. Tujuan utama adanya tol laut, lanjut dia adalah untuk
mengurangi perbedaan harga barang dari sabang sampai merauke. “Selama ini kan yang bikin mahal karena sulit akses transportasinya,” terangnya.

Sebenarnya, sejak awal tahun ini, sudah ada kapal tol laut yang berlabuh di pelabuhan Panggulu Belo dekat Pelabuhan Marina, Wakatobi. Hanya saja pelayaran perdana itu belum membawa barang. Walau sudah siap, namun Pemkab Wakatobi terus memantapkan persiapan. Terutama soal kesiapan pelabuhan. Salah satu yang digenjot pembangunannya adalah Pelabuhan Marina. Sebagai pelabuhan andalan untuk tol laut, Pelabuhan Marina yang terletak di Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangiwangi ini dianggap belum ideal. Makanya, dalam waktu dekat rencananya akan ada penambahan bentangan pelabuhan. Kawasan Marina yang sebelumnya dibangun tak jauh dari Pelabuhan Wanci tersebut akan ditambah hingga ke Pelabuhan Pangulubelo, Kelurahan Mandati.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Muhammad Ilyas Abibu membenarkan rencana tersebut. Ia mengaku penambahan panjang pelabuhan ini sekaligus sebagai jalur By Pass dan telah masuk pada perencanaan. Bahkan pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunannya dan diagendakan mulai tahun depan. “Tapi total anggaran yang dibutuhkan untuk jalur By Pass ini mencapai Rp 70 miliar,” ujar Ilyas Abibu.

Meski terbilang besar, namun Pemkab Wakatobi tetap akan mengupayakan pembangunan. Pasalnya, selain alokasi anggaran Rp 5 miliar pada tahun 2018, daerah yang dipimpin Bupati, H. Arhawi tersebut akan dibantu Pemprov Sultra melalui APBD sebesar Rp 20 miliar untuk pembangunan By Pass tersebut. “Karena anggaran untuk pelabuhan ini mencapai Rp 70 miliar, maka sisanya akan diusahakan melalui APBN,” ujarnya. Mantan Kepala Bappeda Buton ini mengaku, target pembangunan penambahan panjang Pelabuhan Marina ini diupayakan terealisasi tahun depan. “Setidaknya daerah harus memulai lebih dahulu sebelum meminta bantuan anggaran dari pusat.

Selain jalur utama, Sultra juga kebagian pelabuhan penunjang. Lokasinya dipusatkan di Kota Kendari, tepatnya di Pelabuhan New Port Kendari (NPK). Saat ini, pembangunannya dikebut, rencananya 2019 nanti sudah bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Hado Hasina menjelaskan, pembangunan pelabuhan New Port masih on progres. Sejauh ini tak ada masalah dengan pendanaan. “Pembangunannya digenjot, karena ini masuk proyek strategis nasional,” kata Hado Hasina.

General Manager PT. Pelindo IV Kendari, Muhammad Irfan menyampaikan, belum lama ini, seluruh Pelindo di mana wilayah kerjanya membangun pelabuhan penunjang tol laut dikumpulkan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam pertemuan itu, presiden ke 7 Indonesia itu mendesak seluruh operator pelabuhan untuk mempercepat progres pekerjaannya termasuk juga Pelabuhan New Port Kendari. “Presiden maunya selesai sebelum periodenya berakhir. Makanya kita semua diminta mempercepat kegiatan di lapangan,” katanya. Desakan itu kata Muhammad Irfan sudah diatensi. Pelindo sudah melelang semua paket pekerjaan yang seharusnya baru dilakukan 2018 mendatang. (b/ely/yog/asty)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top