Oktober, Empat Puskesmas di Buton Terakreditasi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Buton

Oktober, Empat Puskesmas di Buton Terakreditasi

Sumardin

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya mengejar status akreditasi 14 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sedang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Buton. Itu karena seluruh Puskesmas harus segera terakreditasi paling lambat tahun 2019 mendatang. Tahun ini Pemkab Buton memulai dengan mendorong empat Puskesmas untuk segera diverifikasi tim Kemenkes. Puskesmas itu berada di Kapontori, Wakaokili, Wabula dan Siotapina. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Buton, Sumardin, kepada Kendari Pos.

Saat ini proses akreditasi tersebut tengah dalam tahap melengkapi berkas untuk diverifikasi di Kemenkes. Jika tidak aral, rencana akreditasi sudah dilakukan bulan Oktober ini. “Tapi itu kalau berkasnya sudah lengkap. Nanti Kemenkes akan bersurat dan mereka ke lapangan,” ujar Sumardin.

Banyak indikator yang harus dipenuhi sebuah Puskesmas untuk mendapatkan akreditasi. Secara umum, tenaga medis Puskesmas harus memenuhi syarat minimal satu dokter dan bidan. Selain itu, syarat lainnya adalah kesiapan sarana dan prasarana rawat inap dan juga unit gawat darurat (UGD).

“Alhamdulilah tenaga medis kita di Puskesmas memadai. Begitu pun dengan UGD, semua sudah ada,” jelasnya. Sumardin optimis, seluruh Puskesmas akan segera terakreditasi pada tahun 2019 mendatang. Itu diungkapkannya setelah melihat kemajuan pelayanan pada semua unit kesehatan masyarakat semakin membaik. Dinkes sudah merencanakan akreditasi secara bertahap, yakni empat Puskesmas tahun ini, lima Puskesmas 2018 mendatang dan lima lainnya diupayakan diakreditasi pada 2019 mendatang. “Tapi kami akan lihat dulu dukungan anggaran. Mudah-mudahan target bisa tercapai,” imbuhnya.

Lebih jauh, akreditasi Puskesmas itu, ditegaskan Sumardin, merupakan bentuk tanggung jawab Pemkab dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan prima pada masyarakat, bukan sekadar memenuhi tuntutan Kemenkes. (c/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top