Kementan Tetapkan Sultra Swasembada Kedelai, Distanak Target Buka 4.000 Hektare Lahan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Kementan Tetapkan Sultra Swasembada Kedelai, Distanak Target Buka 4.000 Hektare Lahan

Kepala Balai Besar Pelatihan Batangkaluku, Kemal Mahmud (berdiri) berharap penyuluh dan petugas bisa memaksimalkan program swasembada kedelai sesuai arahan Kementerian Pertanian RI.
Foto : MARWAN ABIDIN / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan swasembada kedelai sebagai program nasional. Di regional Sulawesi, Provinsi Sulawesi Tenggara mendapat jatah target 4.000 hektare penanaman kedelai untuk menopang program nasional tersebut. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian diberi amanat untuk melaksanakan pengawalan dan pendampingan kepada kelompok tani (Poktan). Untuk itu, sejumlah penyuluh diberikan bimbingan teknis (Bimtek) sebelum turun melakukan pendampingan Poktan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Makassar menggelar bimtek bagi penyuluh dan petugas pengawalan dan pendampingan kegiatan APBN-P 2017 komoditi perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura. Bimtek diikuti 204 orang yang terdiri dari penyuluh bidang tanaman pangan, bidang tanaman holtikultura dan bidang tanaman perkebunan. Ratusan peserta itu berasal dari 11 kabupaten yang diprioritaskan sebagai daerah komoditi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Batangkaluku, Kemal Mahmud mengatakan sejatinya dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan peningkatan nilai ekspor maka BPPSDMP Kementan melakukan melaksanakan pengawalan dan pendampingan. Sehingga, pihaknya mengadakan Bimtek agar penyuluh dan petugas perkebunan lebih maksimal. “Kita harap penyuluh atau petugas bisa maksimal menyukseskan program swasembada kedelai ini,” ujar Kemal Mahmud saat membuka Bimtek penyuluh disalah satu hotel di Kendari.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Antoni Balaka mengatakan pihaknya menargetkan pengembangan kedelai mencapai 10.000 hektare. Kendati, Kementerian Pertanian Kementan) memberikan target kepada “Jangankan 4.000 hektare, 10 hektare pun kita optimis bisa dapat,” ujar Antoni.

Perluasan area potensi di daerah-daerah transmigrasi yang sudah terbiasa menanam kedelai akan dimaksimalkan. Bahkan, sosialisasi kepada pemerintah kabupaten dan kota di Sultra sudah diintensifkan agar menyukseskan program swasembada kedelai. “Konsel menjadi daerah terbesar dan telah menyiapkan 1.500 hektare dan siap tanam,” ungkapnya.

Petani tak perlu khawatir dengan rendahnya harga jual kedelai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menjamin harga Rp.8.500 per kilogram sehingga diharapkan petani kedelai termotivasi meningkatkan produktivitasnya. Apalagi, di APBN-P 2017, pemerintah mengalokasikan bantuan per hektarnya sekira Rp. 1,2 juta mencakup benih, risodium dan bantuan lainnya.

Sebelumnya, Kepala Distanak Sultra, Muhammad Nasir mengatakan jumlah petani di Indonesia semakin berkurang, tidak terkecuali di Sultra. Perlu tindakan cepat agar jumlah petani tidak semakin susut yang akan mengancam dunia pertanian. “Berdasarkan data BPS, petani di Sultra pada tahun 2009 sebanyak 502.886 orang. Tetapi pada tahun 2015, jumlah petani sekira 489.289 orang. Berarti ada penurunan sebanyak 13.597 orang dalam enam tahun,” ujar Muhammad Nasir.

Dengan demikian, kata Nasir, jika dirata-ratakan terdapat penurunan jumlah petani sekitar 2.266 orang setiap tahunnya atau sekitar 0,45 persen setiap tahun. Data ini setidaknya menunjukkan petani yang sudah tua atau tidak produktif tidak lagi tergantikan oleh petani baru atau muda. Selain itu, terdapat alih profesi dari petani ke pekerjaan lainnya.(wan/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top