Harga Tiket Naik Sepihak, Kapten Jetliner Geram – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Muna

Harga Tiket Naik Sepihak, Kapten Jetliner Geram

KENDARIPOS.CO.ID — Kenaikan harga tiket secara sepihak yang dilakukan oknum pengelola dibawah kendali La Ada, membuat kapten kapal feri cepat (KFC) Jetliner, Agus Sugeng geram. Sebab harga yang telah ditetapkan untuk rute Raha menuju Kendari telah dibanderol Rp 64 ribu. Jika hingga mencapai Rp 90 ribu, secara otomatis ada oknum yang mencoba mencari keuntungan. Harga diluar ketentuan itu, bukan keputusan pihak Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Baubau.

Sejauh ini, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut pada pihak berwajib untuk diproses. Sebab sudah ada indikasi penipuan. Agus Sugeng juga menegaskan, apa yang dilakukan oknum tersebut telah mencoreng instansi pelayaran negara itu. Apalagi Jetliner belum lama beroperasi. “Saat bertolak dari Raha, saya sudah dapat informasi. Saya langsung menghubungi cabang Baubau. Di sana mereka melaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ungkap Kapten KFC Jetliner itu saat ditemui di Pelabuhan Nusantara, Jumat (6/10).

Kata Agus, keharusan penumpang membayar Rp 90 ribu, tidak dibenarkan. Ia telah mengintruksikan agar pengelola tiket diganti. Jika ada travel yang menjual dengan harga tak masuk akal, harus ditutup. Menurutnya, besaran uang diluar dari harga tiket, harusnya disampaikan secara tertulis. Disampaikan dan disertakan dengan model lembaran kecil yang melekat pada tiket. “Ini sudah disalahgunakan. Sama sekali tidak benar. Saya tegaskan lagi, perkara ini saya sudah sampaikan pada cabang Baubau. Saya juga minta media untuk pantau,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Muna, La Ode Ndifaki Toe juga telah melakukan komunikasi serta koordinasi bersama pihak kapal. Ia membenarkan Pelni sudah melaporkan pada pihak berwajib untuk diproses. “Jadi menurut informasi dari kapten bahwa yang menaikkan harga adalah oknum. Kita juga berharap agar pihak cabang Baubau menugaskan anggotanya ke Raha,” ujarnya.

Pihak pengelola Pelni Kendari, M. Lutfi juga menjelaskan, harga tiket Kendari menuju Raha sebesar Rp 71 ribu, termasuk retribusi serta lainnya. “Ada juga harga travel. Tapi kalau untuk harga pelayaran Raha menuju Kendari, saya tidak bisa berkomentar. Itu kewenangan Pelni Cabang Baubau,” pinta Lutfi saat dimintai komentarnya.

Meski, telah terjadi praktik pungutan liar (Pungli), Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Raha, Iptu Syahriddin tidak bisa berbuat banyak. Ia berdalih, harga tiket dalam keadaan transisi. “Masa transisi, masalahnya. Agen resmi, Pelni. Otoritas mereka untuk menyampaikan,” argumen Iptu Syahriddin tanpa menjelaskan maksud kata transisi. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top