Buwas Bahas Masalah PCC di Kendari, Minta Pelajaran Narkoba Masuk Kurikulum – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Buwas Bahas Masalah PCC di Kendari, Minta Pelajaran Narkoba Masuk Kurikulum

Kapolda Andap Budhi Revianto mendampingi Kepala BNN Komjen Buwas usai keg tatap muka bersama Forkopimda di Aula Bahteramas.

KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso rupanya tertarik dengan fenomena “gendeng massal” yang menimpa puluhan anak di Kota Kendari belum lama ini. Makanya, pria yang oleh kalangan media lebih familiar dengan sebutan Buwas ini, rela datang langsung ke Kota Lulo untuk bertemu sejumlah pihak yang berurusan langsung dengan kasus tersebut.

Buwas mengaku prihatin dengan kejadian itu. Makanya, dia berharap kasus yang disebabkan pil PCC itu tidak terulang lagi di masa mendatang. “Peristiwa ini merupakan tantangan kita bersama. Tak boleh lagi ada kejadian serupa. Makanya, saya imbau semua elemen, termasuk masyarakat Sultra untuk bersama-sama melawan peredaran obat berbahaya ini,” pesan Buwas usai bertemu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Aula Bahteramas Pemprov Sultra, Jumat (6/10).

Buwas tak ingin, Indonesia menjadi sasaran empuk bagi para bandar narkoba jaringan Internasional. Dia sangat paham bagaimana pemetaan para bandar dalam strategi menyuplai narkoba ke sebuah wilayah dan tujuannya. “Tujuannya sebenarnya untuk melemahkan Indonesia,” ujarnya. Untuk itu, dirinya mengajak warga Sultra untuk bersama melawan narkoba. Ini demi kepentingan mempertahankan keutuhan bangsa. Jangan sampai barang haram itu, merusak generasi muda. Sebab, jika generasi rusak, maka masa depan negara terancam. “Narkoba adalah pembunuh paling berbahaya. Untuk itu, hukuman bagi yang membawa narkotika juga mesti dihukum setimpal. Tembak mati, kalau bandarnya bawa narkotika lebih dari 1 kilogram,” tegasnya.

Dari catatan Buwas, saat ini anggotanya mendeteksi telah masuk 68 jenis narkotika baru di Indonesia. Narkotika ini tidak menutup kemungkinan sudah diedarkan dan dikemas berbeda-beda oleh pengedarnya. Menurut dia, 68 jenis narkotika baru ini terindikasi dikirim dari 11 negara di dunia. “Beberapa waktu lalu, BNN mengamankan 3,2 ton sabu. Ini kan menandakan, negara kita ini sangat terancam,”katanya

Untuk lebih baik memberantas narkotika, Buwas menyebutkan , langkah preventif atau pencegahan juga harus diutamakan. Langkah preventif ini, seperti melakukan sosialisasi ke sekolah diberbagai tingkatan, mulai SD, SMP hingga SMA tentang bahaya narkotika. Kalau perlu kata dia, mata pelajaran narkotika itu dimasukan di kurikulum. “Saya sudah pernah bicara dengan Presiden agar Kurikulum itu dimasukan. Dan mendapat respon positif. Hanya sayang, kementerian terkait tidak tindaklanjuti,” terangnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir PLt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, jajaran TNI, para bupati, sejumlah rektor perguruan tinggi negeri hingga mahasiswa. (b/ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top