Tamesandi Sukses Jadi Kampung KB di Konawe – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Konawe

Tamesandi Sukses Jadi Kampung KB di Konawe

HELSON MANDALA PUTRA/KENDARI POS
Pertemuan kelompok kerja Kampung KB di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai yang dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe, Parinringi (tengah).

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak dicanangkan sebagai kampung keluarga berencana (KB) pada Januari 2016 lalu, Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe sukses mendorong perubahan ke arah lebih baik. Bukan hanya menekan angka kelahiran dan pernikahan usia dini, warga juga sukses memberantas penyakit masyarakat seperti judi dan minuman keras (Miras).

Kepala Desa Tamesandi, Mido L. mengungkapkan, sejak dicanangkan tahun lalu, jumlah penduduk Desa Tamesandi relatif stabil, yakni 422 laki-laki dan 376 perempuan. Totalnya ada 798 orang, dengan jumlah kepala keluarga (KK) 209. “Angka kelahiran terjadi penurunan pasca penetapan kampung KB, pernikahan usia dini juga tidak ada lagi. Penyakit masyarakat judi dan Miras tidak ada lagi, berkat musyawarah desa,” paparnya dalam musyawarah kelompok kerja (Pokja) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Konawe, Parinringi, Rabu (4/9).

Selain itu, berbagai program juga telah dilaksanakan seperti pengaspalan jalan, peningkatan kapasitas akses usaha tani dari Dinas Pekerjaa Umum (PU), bantuan ternak sapi tiga ekor dari Dinas Peternakan, bantuan kelompok usaha masyarakat dari Disnakertrans, bantuan mesin pencacah kompos dari Disperindag dan mesin jahit bordir dari BKKBN.

“Alhamdulillah, semua bantuan dari berbagai sektor telah membawa perubahan besar dalam perekonomian masyarakat,” ujarnya. Wakil Bupati Konawe, Parinringi mengapresiasi keberhasilan Desa Tamesandi itu. “Nah, setelah dicanangkan kita harus berpikir bagaimana menindaklanjuti pencananganan kampung KB Tamesandi. Ternyata sudah banyak perubahan. Desa ini akan selalu kita intervensi dan pantau perkembangannya. Semua butuh kerjasama lintas sektor,” terangnya.

Menurut Konawe-2 itu, program inisiatif membasmi penyakit judi dan Miras sangat menarik. “Saya harap ini dipertahankan dan selalu laporkan bagaimana prosesnya selama beberapa bulan ke depan. Saya akan bawa sampai ke provinsi dan pada tahun anggaran 2018 bila masih bisa dipertahankan, kita akan membuatnya menjadi proyek percontohan. Kalau berhasil selama enam bulan ke depan, kepala desa akan mendapat reward dari wakil bupati,” janjinya.

Parinringi juga berharap, dengan masuknya berbagai program seperti jalan, bisa membuat perkembangan signifikan. “Saya tidak meragukan lagi Desa Tamesandi, karena masyarakatnya sangat taat dan selalu berkembang,” pungkasnya. (c/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top