Polisi Sulit Ungkap Tabir Tewasnya Warga Watonea di Muna – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Polisi Sulit Ungkap Tabir Tewasnya Warga Watonea di Muna

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kematian Wa Ode Faisa (70) warga jalan Kancil Kelurahan Watonea, Muna masih berkabut misteri. Polisi sulit menyingkap tabir tewasnya Wa Ode Faisa. Padahal proses penyelidikan sejak Senin (17/4) lalu. Penyidik Polres Muna sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi-saksi, menurunkan anjing pelacak, bahkan pra rekonstruksi namun tewasnya pensiunan itu tak jua terungkap. Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menemukan petunjuk baru untuk mengarah pada tersangka. Namun, institusinya tetap berusaha melakukan penyelidikan dengan mencari informasi lanjutan. “Bukti petunjuk baru belum dapat. Tapi kita tetap berusaha,” ujar Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga di ruang kerjanya, Kamis (5/10).

Untuk diketahui, kasus ini diusut sejak Senin (17/4) lalu. Korban Wa Ode Faisa pertama kali ditemukan oleh tukang masak Wa Bobi (38). Wanita ini berinisiatif memanjat hingga mencungkil jendela meski, dilarang beberapa tukang. Wa Bobi pun tetap nekat. Ia juga orang pertama yang membuka bungkusan plastik dan membuka kain pengikat mulut korban yang sudah tidak bernyawa.

Esoknya, Selasa (18/4), penyidik melibatkan Polda Sultra dengan menurunkan anjing pelacak. Polres Muna kala itu yang dinakhodai AKBP Yudith S Hananta langsung memeriksa sembilan orang saksi. Dugaan awal, Wa Ode Faisa tewas karena perampokan. Jejak kaki pelaku juga ditemukan sehingga diturunkan anjing pelacak. Kasus itu kian rumit dibongkar karena TKP mengalami kerusakan. Sehingga, aparat kepolisian sulit menemukan sidik jari pelaku. Padahal, olah pra rekonstruksi hingga olah TKP juga dilakukan. Kala itu, enam dari tujuh orang dimintai keterangan. Namun, hasilnya tidak menunjukkan progres signifikan.

Berdasarkan hasil visum RSUD Muna, korban diperkirakan meninggal akibat benda tajam di dahi dan tusukan benda tajam dirahang sebelah kiri. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat luka tusuk benda tajam di bagian rahang bawah sebelah kiri, terdapat luka robek di dahi tengah panjang lima centimeter dan dalam satu centimeter dan luka robek di bagian bibir bawah sebelah kanan serta terdapat lebam di mata sebelah kiri korban. Selain itu, ditubuh korban juga ditemukan tali rafia warna merah, kabel telepon warna hitam dan celana kain panjang yang di lilit di leher korban, tangan korban di ikat dengan menggunakan sumbu kompor, pergelangan kaki korban di ikat dengan kain serbet pencuci mulut, paha Tubuh korban ditutup kain horden dan di bungkus sarung. (ery/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top