Kakak Hajar Adik Kandung di Kolut, Korban Dihantamkan Balok Lalu Diseret – Kendari Pos Online
HEADLINE NEWS

Kakak Hajar Adik Kandung di Kolut, Korban Dihantamkan Balok Lalu Diseret

Siswanto, korban penganiayaan kakak kandung terbaring lemas setelah dianiaya (kiri). Salah seorang pelaku penganiaya, Juprianto (kanan) ditetapkan DPO setelah berhasil kabur. Foto : MUH.RUSLI / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Siswanto yang terbaring lemas masih tak percaya dengan tindakan kakak kandungnya, Sutikno. Sang kakak tiba-tiba menyerang Siswanto, Rabu (4/10/2017) sekira pukul 17.00 wita lalu. Sutikno tak sendiri. Dia dibantu rekannya Juprianti lalu menganiaya adiknya sendiri. Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto menjelaskan korban Siswanto yang sedang berada di rumahnya tiba-tiba dihampiri pelaku. Tanpa basa basi, Sutikno datang dan menghunus parang ke arah korban. Bacokan meleset. Nyawa Siswanto selamat. Melihat adiknya masih sempat mengelak dari sabetan parangnya, Sutikno kian brutal. Dibantu rekannya, Juprianto, mereka mengeroyok Siswanto.

Korban dihajar menggunakan balok. Kekuatan yang tidak sebanding, membuat Siswanto roboh dihantam balok bertubi-tubi. Melihat korbannya sudah tidak berdaya, Sutikno dan Juprianto lalu menyeret Siswanto dengan kedua tangan dan kaki terikat. “Diseretlah korban dari rumah sampai ke jalan lalu disikat (dihajar,red) lagi,” ujar Ipda Adianto, Kamis (5/10).

Usai menganiaya korban, kedua pelaku lalu meninggalkan Siswanto begitu saja di jalanan. Siswanto mengalami luka robek dan memar di kepala, memar di lengan tangan kiri dan paha kiri serta punggung dan pinggang sebelah kiri. Warga yang mengetahui hal itu melapor ke Polsek Ngapa, Kamis kemarin sekira pukul 08.00 wita.

Personel Polsek Ngapa langsung bertindak dan menjumpai korban di rumahnya. Kakak kandung korban, Sutikno berhasil diringkus. Sedangkan Juprianto kabur dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Kedua pelaku terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. “Barang bukti berupa balok dan parang sudah kami amankan. Korban sedang menjalani perawatan medis. Belum diketahui pasti apa pokok persoalannya,” pungkas Ipda Adianto. (rus/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top